Home Berita Takhta Keraton Solo Memanas, Dua Pangeran Mengklaim Sebagai Raja
BeritaNasional

Takhta Keraton Solo Memanas, Dua Pangeran Mengklaim Sebagai Raja

Share
Takhta Keraton Solo Memanas
Takhta Keraton Solo Memanas
Share

Pemuja.com – Keraton Kasunanan Surakarta kembali menjadi sorotan setelah wafatnya Pakubuwono XIII pada 2 November 2025. Dalam situasi berkabung itu, muncul dua nama yang sama-sama mengklaim sebagai penerus takhta.

Kondisi inilah yang membuat suasana internal keraton kembali tegang dan menimbulkan perhatian luas di masyarakat Solo.

Akar Perselisihan: Penetapan Putra Mahkota

Sejak 27 Febuari 2022, Pakubuwono XIII telah menetapkan putra mahkota, yakni KGPAA Hamangkunegoro atau yang dikenal sebagai Gusti Purboyo.

Penetapan tersebut menjadi dasar kuat bagi kubu Purboyo untuk menyatakan diri sebagai Pakubuwono XIV setelah ayahanda wafat.

Namun situasi berubah ketika keluarga besar keraton menggelar rapat internal. Dalam pertemuan itu, sebagian kerabat menetapkan KGPH Mangkubumi, yang dikenal sebagai Hangabehi sebagai penerus takhta.

Keputusan tersebut memicu penolakan dari pihak pendukung Purboyo, terutama karena sebagian ahli waris tidak hadir dan masa berkabung dianggap belum selesai.

Rapat Keluarga yang Ditolak Sebagian Pihak

Rapat penetapan Mangkubumi sebagai raja baru disebut tidak memenuhi syarat kehadiran ahli waris. Selain itu, penyelenggaraannya dinilai terlalu cepat karena adat mengatur adanya masa berkabung sebelum menentukan raja baru.

Beberapa putri keraton bahkan menyatakan keberatan karena dianggap tidak dilibatkan secara penuh dalam pengambilan keputusan.

Di sisi lain, pihak pendukung Mangkubumi menilai bahwa penetapan tersebut sah karena dilakukan oleh keluarga inti dan tokoh adat yang hadir.

Mereka menyebut bahwa kondisi keraton membutuhkan sosok pemimpin baru agar agenda keraton tidak terhenti.

Dua Klaim Suksesi dan Potensi Dualisme

Dua klaim berbeda inilah yang memunculkan potensi dualisme kepemimpinan di Keraton Solo. Jika tidak segera diselesaikan, dualisme ini dapat mengganggu fungsi keraton sebagai pusat budaya, tempat penyelenggaraan tradisi, dan simbol sejarah Jawa.

Di satu sisi, kubu Purboyo bersiap melanjutkan rencana jumenengan yang telah dirancang sejak lama. Di sisi lain, kubu Mangkubumi mulai membangun legitimasi dengan meminta dukungan publik dan memastikan bahwa pemulihan internal keraton tetap berjalan.

Karena itu, langkah musyawarah keluarga besar dinilai menjadi jalan terbaik untuk menyatukan dua kubu. Penyelesaian damai sangat penting agar keraton tetap menjadi warisan budaya yang dihormati, bukan arena konflik berkepanjangan.

Masa Depan Keraton Solo

Konflik perebutan takhta ini menempatkan Keraton Solo pada titik krusial. Masyarakat berharap para pihak dapat mengutamakan adat, kebijaksanaan, dan persatuan. Tanpa kesepakatan yang kuat, keraton berisiko kehilangan legitimasi sebagai lembaga adat yang seharusnya menjaga harmoni budaya Jawa.

Kini, pertanyaannya: siapakah yang pada akhirnya akan diakui sebagai Pakubuwono XIV, dan mampukah keraton menemukan titik temu sebelum konflik semakin melebar?

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Hari Ini

Pemuja.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menjadwalkan pelimpahan tersangka Don Ritto (DR) beserta barang bukti ke Kejaksaan Agung (Kejagung),...

Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pemuja.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah,...

Related Articles

Nadiem Jalani Sidang Perdana Banding Kasus Chromebook

Pemuja.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim,...

112 Korban Serangan Israel Dimakamkan Massal di Gaza

Pemuja.com – Ribuan warga Palestina memadati kawasan Sabra, Kota Gaza, untuk mengikuti...

PM Thailand Kunjungi Indonesia, Prabowo Terima Baret Merah

Pemuja.com – Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, melakukan kunjungan kenegaraan ke...

Kejagung: Pemilik Emas 74 Kg di Kasus Febrie Akan Diungkap

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan identitas pemilik emas batangan seberat 74...