Home Berita Waaduh! Ada 36 Kecamatan Tidak Memiliki Puskesmas
BeritaHealthNasional

Waaduh! Ada 36 Kecamatan Tidak Memiliki Puskesmas

Share
Puskesmas
Share

Pemuja.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa hingga November 2025, masih terdapat 36 kecamatan di Indonesia yang belum memiliki puskesmas.

Fakta ini mencuat dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, menyoroti kesenjangan akses layanan kesehatan primer di sejumlah wilayah.

Ketimpangan Akses dan Beban Puskesmas

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sekitar 10.300 puskesmas yang tersebar di berbagai daerah. Namun, distribusinya belum merata.

Sebanyak 2.652 puskesmas berada di wilayah Daerah Terpencil, Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), yang sering kali memiliki akses sulit dan jarak tempuh lebih dari dua jam dari desa terdekat.

Lebih lanjut, Maria mengungkapkan bahwa 160 kabupaten/kota memiliki rasio penduduk terhadap pusat kesehatan yang melebihi standar ideal, yaitu satu puskesmas untuk 30.000 penduduk.

Hal ini menunjukkan bahwa banyak pusat kesehatan mengalami kelebihan beban pelayanan, terutama di wilayah padat penduduk atau minim fasilitas.

Rencana Pemerintah: Bangun 2.082 Puskesmas Baru

Menanggapi ketimpangan ini, pemerintah menargetkan pembangunan 2.082 puskesmas baru hingga tahun 2029.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan primer dan menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.


Pembangunan pusat kesehatan baru akan difokuskan pada daerah yang belum memiliki fasilitas, serta wilayah berasio penduduk tinggi terhadap jumlah puskesmas.

Selain itu, peningkatan kualitas dan kapasitas pusat kesehatan di daerah DTPK juga menjadi prioritas, termasuk penyediaan tenaga kesehatan dan sarana transportasi yang memadai.

Tantangan dan Harapan

Ketiadaan puskesmas di 36 kecamatan bukan sekadar angka, melainkan cerminan tantangan besar dalam pemerataan layanan kesehatan.

Akses terhadap layanan primer seperti imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, dan penanganan penyakit menular sangat bergantung pada keberadaan fasilitas tersebut.

Pemerintah perlu memastikan bahwa pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan.

Kolaborasi lintas sektor, dukungan anggaran, serta partisipasi masyarakat lokal menjadi kunci dalam mewujudkan sistem kesehatan yang inklusif dan merata.

Dengan komitmen dan langkah strategis yang tepat, harapan akan akses kesehatan yang adil dan merata di seluruh pelosok Indonesia bukanlah hal yang mustahil.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Hari Ini

Pemuja.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menjadwalkan pelimpahan tersangka Don Ritto (DR) beserta barang bukti ke Kejaksaan Agung (Kejagung),...

Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pemuja.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah,...

Related Articles

Nadiem Jalani Sidang Perdana Banding Kasus Chromebook

Pemuja.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim,...

112 Korban Serangan Israel Dimakamkan Massal di Gaza

Pemuja.com – Ribuan warga Palestina memadati kawasan Sabra, Kota Gaza, untuk mengikuti...

PM Thailand Kunjungi Indonesia, Prabowo Terima Baret Merah

Pemuja.com – Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, melakukan kunjungan kenegaraan ke...

Kejagung: Pemilik Emas 74 Kg di Kasus Febrie Akan Diungkap

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan identitas pemilik emas batangan seberat 74...