Home Berita Postingan Zulkifli Hassan dan Verrel Bramasta Dicap Pencitraan
BeritaNasional

Postingan Zulkifli Hassan dan Verrel Bramasta Dicap Pencitraan

Share
Share

Pemuja.com – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera memicu gelombang solidaritas dari berbagai kalangan. Sejumlah pejabat turun langsung ke lokasi terdampak, membagikan bantuan dan menyapa warga. Namun, aksi mereka tak luput dari sorotan publik yang mempertanyakan motif di balik postingan media sosial yang menyertai kunjungan tersebut.

Postingan Zulhas Panggul Beras

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjadi sorotan setelah fotonya mengangkut karung beras di Padang tersebar luas.

Sebagian masyarakat mengapresiasi kepeduliannya, tetapi banyak pula yang menilai tindakannya sebagai pencitraan politik.

Kritik muncul karena momen tersebut diunggah dengan narasi dramatis, sehingga dianggap lebih menonjolkan citra pribadi daripada substansi bantuan.

Postingan Verrell Bramasta Dengan Rompi Taktis

Anggota DPR dari Fraksi PAN, Verrell Bramasta, juga menuai perhatian ketika mengunjungi lokasi bencana dengan mengenakan rompi taktis berwarna gelap.

Penampilannya disebut-sebut menyerupai rompi anti peluru, sehingga dianggap berlebihan untuk situasi kemanusiaan.

Verrell kemudian menjelaskan bahwa rompi tersebut hanyalah perlengkapan lapangan biasa, bukan pelindung balistik.

Meski begitu, warganet tetap menilai gaya berpakaiannya lebih menonjolkan citra dibandingkan aksi nyata.

Publik Mulai Melihat Sisi Pencitraan

Fenomena ini memunculkan diskusi publik tentang batas antara kepedulian dan pencitraan. Kehadiran pejabat di lokasi bencana memang bisa memberi semangat kepada korban, tetapi jika lebih menonjolkan dokumentasi dan gaya, publik wajar mempertanyakan niat di baliknya.

Unggahan di media sosial sering kali menjadi pemicu perdebatan, karena masyarakat menilai apakah aksi tersebut benar-benar tulus atau sekadar panggung politik.

Jangan Jadikan Bencana Sebagai Ladang Suara

Pengamat sosial menekankan agar pejabat lebih fokus pada koordinasi bantuan nyata, seperti distribusi logistik, pemulihan infrastruktur, dan dukungan psikososial.

Transparansi dan konsistensi dalam penanganan bencana dianggap lebih penting daripada sekadar tampil di depan kamera.

Publik berharap aksi yang dilakukan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar korban dan menunjukkan komitmen jangka panjang, bukan sekadar simbolik.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Raffi Ahmad Tegas! Bantah Terlibat Kasus Suap Bea Cukai

Pemuja.com – Raffi Ahmad akhirnya buka suara setelah namanya muncul dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan...

Timur Tengah Kian Memanas, AS Serang Iran Setelah Insiden Apache

Pemuja.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dan Israel terlibat aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir. Rudal dan drone...

Related Articles

Prediksi Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Semua Tim Memiliki 1 Poin

Pemuja.com – Pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 kembali berlanjut pada Senin...

Prediksi Piala Dunia 2026 Minggu 21Juni: Spanyol Wajib Menang

Pemuja.com – Pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 kembali berlanjut pada Minggu...

Dari Bundaran HI ke DPR, Gelombang Aksi Mahasiswa Terus Bergulir

Pemuja.com – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang telah berlangsung sejak pertengahan Juni kembali...

PLN Kekurangan Batu Bara, Siapa yang Lalai?

Pemuja.com – Pengakuan Kementerian ESDM bahwa PT PLN (Persero) masih kekurangan sekitar...