Home Berita Trump Batalkan Tarif Eropa Usai Kesepakatan Greenland
BeritaInternasional

Trump Batalkan Tarif Eropa Usai Kesepakatan Greenland

Share
Share

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah mencapai kerangka kesepakatan jangka panjang terkait Greenland.

Kesepakatan itu dicapai setelah pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Swiss.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social. Namun, ia tidak merinci isi kesepakatan yang dimaksud.

Perubahan Sikap Trump di Davos

Trump mengakui adanya perubahan sikap setelah pertemuan dengan NATO. Ia menyebut telah terbentuk kerangka kerja masa depan yang mencakup Greenland dan wilayah Arktik secara luas.

“Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan seluruh Wilayah Arktik,” tulis Trump.

Tarif hingga 25 Persen Dibatalkan

Seiring kesepakatan itu, Trump memastikan akan membatalkan rencana tarif hingga 25 persen. Tarif tersebut sebelumnya direncanakan berlaku mulai 1 Februari 2026.

Ancaman tarif ditujukan kepada Denmark dan sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman. Negara-negara tersebut sebelumnya mengirim pasukan ke Greenland sebagai bentuk solidaritas.

Belum Jelas Soal Kedaulatan Greenland

Trump enggan menjelaskan apakah kesepakatan tersebut mencakup kendali Amerika Serikat atas Greenland. Saat ditanya wartawan, ia hanya menyebut kesepakatan itu bersifat jangka panjang.

“Ini adalah kesepakatan jangka panjang yang paling utama,” ujar Trump.

Ia menilai kesepakatan tersebut menguntungkan AS, terutama terkait keamanan, mineral, dan kepentingan strategis lainnya.

Respons NATO dan Isu Keamanan Arktik

Juru bicara NATO, Allison Hart, mengatakan sekutu akan membahas kerangka kerja tersebut. Diskusi difokuskan pada klaim Trump bahwa Greenland belum terlindungi dari pengaruh Rusia dan China.

Hart menegaskan bahwa negosiasi antara Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat akan terus berlanjut. Tujuannya untuk memastikan tidak ada pijakan ekonomi maupun militer bagi Rusia dan China di kawasan itu.

Greenland Tetap Jadi Isu Sensitif

Greenland selama ini menjadi wilayah strategis di Arktik. Selain posisinya yang penting, wilayah ini juga kaya sumber daya mineral.

Meski demikian, Denmark dan otoritas Greenland berulang kali menegaskan bahwa pulau tersebut bukan untuk diperjualbelikan.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prabowo Bertemu Satgas PKH, Bahas Pelanggaran Hutan

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026)....

Garuda GA604 Pecah Ban, Berhasil Mendarat Selamat di Makassar

Pemuja.com – Insiden langka dialami pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta–Makassar yang mengalami pecah ban pada salah satu roda utama saat penerbangan menuju...

Related Articles

Utang Warisan Krisis 1998 Rp640 Triliun Dinyatakan Lunas

Pemuja.com – Pemerintah Indonesia akhirnya menyelesaikan seluruh kewajiban surat utang yang diterbitkan...

Trump Umumkan Perluasan Kehadiran Militer AS di Greenland

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana memperbesar kehadiran...

TNI Fair 2026 Digelar Besok di Monas 19-20 September

Pemuja.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menggelar TNI Fair dalam rangka...

KPK Geledah Gedung ATR/BPN, Tiga Ruang Dirjen Diperiksa

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah ruangan di Kementerian Agraria...