Pemuja.com – Bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman saat musim hujan tiba. Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat kerap memicu banjir bandang di wilayah perbukitan. Kondisi itu kembali terjadi di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, kemarin sore.

Banjir Bandang Terjang Sentul
Banjir bandang menerjang wilayah Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, pada Rabu sore, 11 Februari 2026. Hujan deras yang mengguyur sejak siang membuat aliran anak sungai meluap secara tiba-tiba.
Air bercampur lumpur dan batu mengalir deras ke badan jalan. Material yang terbawa juga sempat menutup akses warga.
Derasnya arus air pada banjir tersebut bahkan menyeret satu mobil yang terparkir di jalur utama menuju kawasan perumahan Taman Budaya Sentul. Kendaraan itu terbawa arus beberapa meter dari posisi awalnya.

Video Viral, Kaca Mobil Pecah Dihantam Batu
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, mobil tersebut tidak hanya terseret air. Kaca bagian belakang terlihat pecah akibat hantaman batu besar yang terbawa arus banjir.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, hantaman batu juga membuat bagian bodi mobil penyok. Material berupa batu dan lumpur tampak berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Kawasan Tinggi, Mengapa Tetap Terjadi Banjir?
Sentul dikenal sebagai kawasan dataran tinggi dengan kontur berbukit. Secara geografis, wilayah ini berada di area yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar wilayah Bogor lainnya.
Namun, banjir bandang tetap bisa terjadi di kawasan tinggi. Terlebih saat hujan deras turun dalam durasi cukup lama.
Pertanyaan pun muncul, apakah pesatnya pembangunan perumahan ikut berpengaruh? Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Sentul berkembang cepat dengan banyaknya proyek hunian dan infrastruktur baru.
Perubahan tata guna lahan dapat mengurangi daya resap tanah terhadap air hujan. Jika tidak diimbangi sistem drainase dan pengelolaan air yang baik, limpasan air permukaan bisa meningkat dan memicu banjir bandang di titik-titik tertentu.
Hal ini menjadi perhatian penting agar pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Baca Juga : Prabowo Akan Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan AS
Pembersihan Dilakukan, Jalan Kembali Normal
Selain menyeret mobil, banjir bandang juga membawa lumpur tebal dan bebatuan. Kondisi itu membuat jalan utama tidak bisa dilalui untuk sementara waktu.
Petugas segera melakukan pembersihan material. Proses ini dilakukan agar arus lalu lintas bisa kembali normal.
Pagi ini, pembersihan lanjutan dilakukan di depan kawasan Spring City. Tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan telah disingkirkan. Akses jalan kini sudah bisa dilalui seperti biasa.
Tidak Ada Korban Jiwa
Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tidak ada pula laporan rumah warga yang mengalami kerusakan berat.
Meski demikian, warga diminta tetap waspada. Curah hujan di wilayah Bogor masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Potensi banjir susulan tetap ada jika hujan deras kembali turun.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan tinggi pun tidak sepenuhnya bebas dari risiko banjir bandang. Antisipasi, pengelolaan lingkungan, dan pengawasan pembangunan menjadi kunci agar dampak bencana bisa diminimalkan.
Leave a comment