Home Berita Eksekusi Hotel Sultan Berlangsung Ricuh, Aparat Kewalahan
BeritaNasional

Eksekusi Hotel Sultan Berlangsung Ricuh, Aparat Kewalahan

Share
Share

Pemuja.com – Pelaksanaan eksekusi pengosongan kawasan Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026), berlangsung ricuh. Sejumlah aparat keamanan yang bertugas di lokasi dilaporkan menjadi sasaran lemparan batu, botol air mineral, hingga berbagai benda lainnya dari massa yang menolak proses eksekusi.

Kericuhan terjadi saat petugas mulai melakukan pengamanan dan menjalankan tahapan eksekusi yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Situasi sempat memanas ketika massa yang berada di sekitar area Hotel Sultan berusaha menghalangi jalannya proses pengosongan. Aparat kemudian membentuk barikade untuk menjaga keamanan dan mencegah bentrokan yang lebih besar.

Eksekusi Berdasarkan Putusan Pengadilan

Eksekusi pengosongan dilakukan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap terkait sengketa penguasaan lahan di kawasan Blok 15 GBK.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menetapkan 18 Juni 2026 sebagai hari pelaksanaan eksekusi pengosongan kawasan yang selama ini dikenal sebagai lokasi Hotel Sultan.

Pihak kuasa hukum pemerintah sebelumnya juga telah mengimbau seluruh penghuni dan pihak yang masih menempati kawasan tersebut agar mengosongkan area secara sukarela sebelum pelaksanaan eksekusi. Langkah itu dilakukan untuk menghindari konflik selama proses pengosongan berlangsung.

Massa Tolak Eksekusi kawasan

Dalam pelaksanaannya, sebagian massa yang berada di lokasi menyuarakan penolakan terhadap eksekusi. Ketegangan meningkat ketika aparat mulai bergerak masuk ke area objek sengketa.

Lemparan batu dan botol air mineral sempat mengarah ke petugas yang berjaga. Meski demikian, aparat tetap berupaya mengendalikan situasi dan melanjutkan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku.

Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban luka maupun kerusakan akibat insiden tersebut. Petugas juga terus melakukan penjagaan ketat di sekitar kawasan untuk mengantisipasi eskalasi kericuhan.

Hotel Sultan Jadi Sorotan Sengketa Berkepanjangan

Kasus Hotel Sultan telah menjadi perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Sengketa antara pengelola hotel dan negara terkait status lahan Blok 15 GBK telah bergulir melalui berbagai proses hukum.

Menjelang hari eksekusi, aktivitas Hotel Sultan masih berjalan normal. Pihak hotel bahkan masih melayani tamu dan operasional sehari-hari hingga batas waktu yang ditentukan pengadilan.

Pemerintah menegaskan bahwa pengosongan tersebut merupakan tindak lanjut dari putusan hukum yang wajib dihormati seluruh pihak.

Sementara itu, aparat keamanan tetap disiagakan guna memastikan proses pengosongan berlangsung aman dan tertib di tengah penolakan yang terjadi di lapangan

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Ricuh di Prancis, Massa Bakar Balai Kota dan Jarah Toko

Pemuja.com – Kerusuhan melanda sejumlah wilayah di Prancis setelah demonstrasi berujung aksi kekerasan. Massa membakar bangunan pemerintah, merusak fasilitas umum, hingga menjarah sejumlah...

Selamat Ulang Tahun ke-75 Pak Prabowo, Kado Pahit Menanti

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto hari ini genap berusia 75 tahun. Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, Prabowo telah melewati perjalanan panjang...

Related Articles

Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Kepala Staf Kepresidenan

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari...

Penyadapan Prabowo, LSP & 2 Jenderal Polri Jadi Tersangka

Pemuja.com – Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan...

Korut Dituduh Bobol Binance Rp114 Triliun, Adik Kim Jong-un Murka

Pemuja.com – Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengecam...

Gerindra Bahas Polemik Ijazah Gibran, Ikut Memakzulkan?

Pemuja.com – Partai Gerindra akan menentukan sikap terkait polemik keabsahan dokumen pendidikan...