Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Riau.
Prabowo dijadwalkan meninjau lokasi karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. Rencana tersebut dikonfirmasi oleh Kapendam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel M Faizal Rangkuti.
Kedatangan Presiden menjadi bagian dari rangkaian peninjauan karhutla setelah sebelumnya Prabowo turun langsung ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Dari Kalimantan, perhatian pemerintah kemudian diperluas ke wilayah Sumatra.
Riau Jadi Titik Awal Penanganan di Sumatra
Kunjungan ke Riau dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan secara cepat dan terpadu. Setelah Riau, pemerintah juga akan memberikan perhatian terhadap kondisi karhutla di Jambi dan Sumatera Selatan.
Perluasan penanganan tersebut dilakukan karena titik panas masih terdeteksi dalam jumlah tinggi di Pulau Sumatra. Berdasarkan pembaruan data BMKG Stasiun Pekanbaru pada Senin pagi, terdapat 2.945 hotspot yang tersebar di 10 provinsi di Sumatra.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 1.429 titik. Sementara itu, Riau juga termasuk wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla.
Kondisi tersebut membuat pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan berpotensi mengalami penyebaran api.

Prabowo Akan Cek Kondisi Karhutla di Kampar
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian Presiden berada di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. Kawasan tersebut mengalami kebakaran lahan yang berdampak pada munculnya asap di sekitar wilayah Kampar hingga Pekanbaru.
Menjelang kedatangan Prabowo, tim gabungan melakukan persiapan di lokasi. Akses menuju area kebakaran dibuka menggunakan alat berat karena kondisi lahan gambut yang terbakar cukup dalam.
RRI melaporkan kedalaman gambut yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar dua meter. Kepulan asap juga masih terlihat dari sejumlah titik ketika petugas melakukan persiapan penanganan.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Forkopimda Riau juga telah meninjau penanganan karhutla di Rimbo Panjang. Tim gabungan memastikan proses pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah munculnya api susulan.

Fokus Bukan Hanya Memadamkan Api
Penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api. Pemerintah juga memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, serta pengawasan wilayah yang memiliki risiko tinggi.
Langkah tersebut mencakup pengerahan personel untuk pemadaman darat dan dukungan operasi udara apabila diperlukan. Penanganan juga diarahkan agar titik api yang sudah dipadamkan tidak kembali muncul.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Artinya, pemerintah tidak cukup hanya memadamkan api, tetapi juga perlu memastikan penyebab kebakaran diketahui, penegakan hukum berjalan, dan kawasan terdampak dipulihkan.
Asap Mulai Berdampak ke Sejumlah Wilayah
Karhutla di Riau juga berdampak terhadap kondisi udara. Sejumlah wilayah, termasuk Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Siak, dan Rokan Hilir, dilaporkan mengalami kabut asap.
Di Pekanbaru, kualitas udara sempat masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Situasi ini menjadi salah satu alasan penanganan karhutla perlu dilakukan secara cepat. Selain mencegah perluasan area terbakar, pemerintah harus memastikan masyarakat tidak terus-menerus terpapar asap dari kebakaran.

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla
Kunjungan Prabowo ke Riau menjadi kelanjutan dari langkah pemerintah dalam memperkuat penanganan karhutla secara nasional. Setelah mengecek kondisi di Kalimantan, Presiden kini melihat langsung situasi di Sumatra.
Riau menjadi wilayah pertama yang dikunjungi dalam rangkaian penanganan karhutla di Sumatra. Selanjutnya, perhatian pemerintah akan diarahkan ke Jambi dan Sumatera Selatan yang juga menghadapi tingginya aktivitas titik panas.
Melalui kunjungan lapangan tersebut, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi kebakaran, kebutuhan petugas di lapangan, serta langkah yang masih diperlukan untuk memastikan karhutla benar-benar tertangani.
Dengan kondisi lahan gambut yang masih berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan, proses pemadaman tidak berhenti ketika api terlihat padam. Pendinginan dan pemantauan tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran kembali muncul.rakat, distribusi bantuan, pemadaman karhutla, serta proses pemulihan di daerah terdampak terus dipercepat.
Baca Artikel Lainnya :
- Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp3,5 Miliar, Denny Sudah Hubungi Mantan Kampus Sang Wapres
- 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda, Polisi : Buka Lahan untuk Sawit
- Prabowo ke Riau, Tinjau Langsung Penanganan Karhutla
- Prabowo Pimpin Ratas, Fokus Karhutla Kalimantan & Gempa NTT
- Rektor Unsoed Tersangka, Ortu Maba Diminta Rp650 Juta
Leave a comment