Home Berita IGRS di Steam Tuai Protes, Gamer Nilai Sistem “Ngaco”
BeritaNasional

IGRS di Steam Tuai Protes, Gamer Nilai Sistem “Ngaco”

Share
Share

Pemuja.com – Kemunculan sistem Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam memicu polemik di kalangan gamer Indonesia. Banyak pengguna menilai klasifikasi usia yang ditampilkan tidak sesuai dengan konten game, bahkan dianggap “ngaco”.

Sejumlah gamer di media sosial mengeluhkan adanya ketidaksesuaian rating, seperti game dengan konten dewasa yang justru diberi label usia rendah, sementara game ringan malah mendapat rating tinggi. Fenomena ini menimbulkan kebingungan dan kritik luas dari komunitas.

Rating IGRS Di Platform Steam Dinilai Tidak Akurat

Kasus-kasus yang beredar menunjukkan adanya kejanggalan dalam sistem penilaian. Beberapa laporan menyebut game dengan konten kekerasan tinggi mendapat label 3+, sedangkan game yang relatif aman justru diklasifikasikan untuk usia 18+.

Kondisi ini membuat banyak gamer mempertanyakan validitas penerapan IGRS di Steam. Bahkan, sebagian menilai sistem tersebut tidak mencerminkan standar klasifikasi usia yang seharusnya melindungi pemain, terutama anak-anak.

IGRS Di Steam
Rating IGRS Yang dinilai “Ngaco” Terhadap game yang dinilai aman oleh gamers Indonesia

Komdigi Tegaskan IGRS Di Steam Belum di Verifikasi

Menanggapi polemik tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan klarifikasi. Pemerintah menegaskan bahwa rating IGRS yang muncul di Steam bukan merupakan klasifikasi resmi yang telah diverifikasi.

Melalui pernyataan resminya, Komdigi menyebut bahwa label yang beredar saat ini berasal dari mekanisme internal dan belum melalui proses verifikasi sesuai regulasi di Indonesia.

Direktur terkait di Komdigi juga menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat terkait kelayakan usia suatu game.

Klarifikasi Disampaikan Lewat Media Sosial

Selain melalui pernyataan resmi, Komdigi juga menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya. Dalam unggahan tersebut, ditegaskan bahwa sistem rating yang muncul di Steam masih belum melalui proses verifikasi resmi pemerintah.

Hal ini memperkuat bahwa label IGRS yang beredar saat ini belum bisa dijadikan acuan utama bagi masyarakat dalam menentukan batas usia bermain game.

Potensi Pelanggaran dan Langkah Lanjutan

Komdigi juga menyoroti adanya indikasi penggunaan label IGRS tanpa proses yang sah. Hal ini dinilai berpotensi melanggar ketentuan yang berlaku dalam sistem klasifikasi game di Indonesia.

Pemerintah berencana meminta klarifikasi kepada pihak Steam terkait penerapan sistem tersebut, sekaligus memastikan ke depan klasifikasi game yang beredar sesuai dengan standar resmi yang berlaku.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Video Benjamin Netanyahu Diduga Janggal, Hasil Deepfake AI?

Pemuja.com – Kemunculan sejumlah video terbaru Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, justru memicu gelombang spekulasi luas di media sosial. Setidaknya ada tiga video...

Pasca disiram Air Keras, Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif

Pemuja.com – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kembali mengguncang publik. Kali ini menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan...

Related Articles

Purbaya Pastikan Harga Bensin Tetap Stabil hingga 2026

Pemuja.com – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite...

Donald Trump Ancam Serangan Besar ke Iran, Teheran Siap Membalas

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memanaskan tensi politik internasional...

Tok! JK Akan Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri Hari ini

Pemuja.com – Polemik kasus ijazah mantan Presiden Joko Widodo kembali memanas setelah...

Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Anak Dirawat

Pemuja.com – Sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur diduga mengalami keracunan makanan...