Home Berita Pemerintah Akan Rombak Skema Kopdes Merah Putih?
BeritaNasional

Pemerintah Akan Rombak Skema Kopdes Merah Putih?

Share
Koperassi Merah Putih
Share

Pemuja.com – Pemerintah resmi mengubah skema pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026.

Aturan yang diteken Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini mulai berlaku pada 1 April 2026 dan menggantikan kebijakan sebelumnya yang diatur dalam PMK Nomor 49 Tahun 2025.

Perubahan tersebut menjadi langkah besar pemerintah dalam mempercepat pembangunan koperasi desa, terutama dari sisi pembiayaan dan pengelolaan utang.


Negara Ambil Alih Cicilan Koperasi

Dalam aturan terbaru, pemerintah kini mengambil alih pembayaran cicilan utang pembiayaan Kopdes Merah Putih. Kewajiban angsuran pokok dan bunga yang sebelumnya ditanggung koperasi, kini dibayar langsung oleh negara melalui mekanisme dana transfer ke daerah.

Pembayaran dilakukan lewat pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk koperasi tingkat kelurahan, sementara untuk koperasi desa dapat menggunakan Dana Desa dalam satu tahun anggaran.

Skema ini berbeda dengan aturan lama yang hanya menjadikan dana transfer sebagai “dana talangan” ketika koperasi tidak mampu membayar cicilan. Kini, pemerintah secara langsung menanggung kewajiban tersebut secara rutin.


Penyaluran Dana Koperasi Kini Lebih Terpusat

Selain perubahan pada cicilan, mekanisme penyaluran dana juga dirombak. Jika sebelumnya pembiayaan disalurkan langsung oleh perbankan ke koperasi, kini dana dialirkan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).

Perusahaan tersebut bertugas mempercepat pembangunan infrastruktur koperasi, seperti gerai, gudang, dan fasilitas operasional lainnya. Dengan skema baru ini, peran pengurus koperasi dalam menerima dan mengelola pinjaman menjadi lebih terbatas dibanding sebelumnya.


Ketentuan Pinjaman dan Aset Ikut Berubah

Meski skema pembayaran berubah, beberapa ketentuan dasar tetap dipertahankan. Pemerintah menetapkan plafon pinjaman maksimal Rp3 miliar dengan bunga sekitar 6 persen per tahun dan tenor hingga 72 bulan.

Namun, terdapat penyesuaian pada masa tenggang pembayaran yang diperpanjang hingga maksimal 12 bulan, serta perubahan perhitungan plafon yang kini berbasis per unit gerai.

Perubahan signifikan lainnya adalah status kepemilikan aset. Dalam aturan terbaru, seluruh aset hasil pembiayaan—seperti gerai dan pergudangan—menjadi milik pemerintah daerah atau desa, bukan lagi milik koperasi.


Upaya Percepat Pembangunan, Ada Konsekuensi

Pemerintah menyusun kebijakan ini untuk mempercepat pembangunan fisik Kopdes Merah Putih sekaligus memastikan keberlanjutan pembiayaan proyek. Dengan diambil alihnya cicilan oleh negara, beban koperasi menjadi lebih ringan dan pembangunan diharapkan berjalan lebih cepat.

Namun, kebijakan ini juga membawa konsekuensi, terutama karena dana transfer daerah akan terpotong untuk membayar kewajiban tersebut. Selain itu, perubahan status aset menunjukkan adanya pergeseran peran koperasi dari pemilik menjadi lebih sebagai pengelola.

Secara keseluruhan, skema baru ini menandai keterlibatan pemerintah yang lebih besar dalam pendanaan dan pengelolaan Kopdes Merah Putih, sekaligus mengubah struktur pembiayaan koperasi desa secara menyeluruh.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Akses Dibatasi

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Rabu (5/8), luas area yang terdampak...

Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid III Dibacakan Hari Ini

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan membacakan putusan sidang praperadilan jilid III yang diajukan Roy Suryo pada Kamis (6/8/2026). Mantan Menteri Pemuda...

Related Articles

Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp3,5 Miliar, Denny Sudah Hubungi Mantan Kampus Sang Wapres

Pemuja.com – Persoalan ijazah kembali menyeret keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo....

72 Tersangka Karhutla di 9 Polda, Polisi : Buka Lahan untuk Sawit

Pemuja.com – Polri menetapkan 72 orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Prabowo ke Riau, Tinjau Langsung Penanganan Karhutla

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Senin...

Prabowo Pimpin Ratas, Fokus Karhutla Kalimantan & Gempa NTT

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di kediamannya di...