Pemuja.com – Erupsi Gunung Dukono menelan korban jiwa setelah tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material vulkanik di sekitar kawah gunung.
Proses pencarian yang berlangsung selama tiga hari akhirnya resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat rombongan pendaki berada di area puncak Gunung Dukono ketika erupsi besar terjadi pada Jumat pagi.
Letusan gunung memuntahkan kolom abu vulkanik hingga sekitar 10 kilometer ke udara dan menyelimuti kawasan sekitar kawah dengan pasir serta abu panas.
Kronologi Erupsi Gunung Dukono
Berdasarkan laporan BNPB dan tim SAR, total terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi.
Mereka terdiri dari warga negara Indonesia dan sejumlah wisatawan asal Singapura. Meski sebelumnya telah ada larangan aktivitas pendakian di radius berbahaya gunung, rombongan tetap melakukan pendakian menuju area kawah.
Saat erupsi terjadi, para pendaki berupaya menyelamatkan diri menuruni lereng gunung. Sebagian besar berhasil dievakuasi, namun tiga orang dilaporkan hilang setelah diduga tertimbun material vulkanik di dekat bibir kawah.
Korban pertama ditemukan pada Sabtu dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui merupakan seorang pendaki perempuan asal Indonesia bernama Enjel.
Tim SAR kemudian menemukan dua titik timbunan pasir vulkanik lain yang diduga menjadi lokasi dua pendaki asing yang masih hilang.
Pencarian dilanjutkan keesokan harinya dengan melibatkan hampir 100 personel SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PMI, hingga relawan masyarakat setempat.
Setelah proses evakuasi yang cukup berat akibat tebalnya material vulkanik dan erupsi yang masih berlangsung fluktuatif, dua korban lain akhirnya ditemukan meninggal dunia tidak jauh dari lokasi korban pertama.

Identitas Korban Erupsi Guung Dukono
Tiga korban meninggal dunia dalam tragedi ini terdiri dari:
- Heng Wen Qiang Timothy (30), warga Singapura
- Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), warga Singapura
- Enjel, pendaki asal Indonesia dari Jayapura
Sementara itu, sebanyak 17 pendaki lainnya berhasil selamat, meski beberapa di antaranya mengalami luka ringan dan gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Evakuasi Terkendala Material Vulkanik
Tim SAR mengungkapkan proses pencarian berlangsung sangat sulit karena korban tertimbun pasir dan abu vulkanik dengan ketebalan cukup signifikan.
Selain itu, aktivitas Gunung Dukono masih terus mengalami erupsi susulan sehingga tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati demi keselamatan personel di lapangan.
Seluruh jenazah korban kemudian dievakuasi menuju pos penanganan darurat sebelum dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Pemerintah Ingatkan Larangan Pendakian
Pasca-kejadian tersebut, pemerintah daerah bersama BNPB kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi zona larangan aktivitas di sekitar Gunung Dukono.
Kawasan dalam radius 4 kilometer dari kawah dinilai sangat berbahaya karena gunung masih berstatus aktif dan berpotensi mengalami erupsi sewaktu-waktu.
Baca Artikel Lainnya :
- Erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara Tewaskan 3 Pendaki
- Trump Tolak Proposal Damai Iran, Harga Minyak Mentah Melonjak
- Markas Judi Online Internasional Digerebek di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan
- Waspada Hantavirus, Dunia Soroti Dugaan Mutasi Virus di Kapal Pesiar
- Konflik Baru dalam Perang Rusia–Ukraina, Usulan AS Jadi Sorotan
Leave a comment