Pemuja.com – Persoalan ijazah kembali menyeret keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Jika sebelumnya publik ramai memperdebatkan keaslian ijazah Jokowi, kini sorotan serupa beralih kepada putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
Polemik yang berkembang kali ini bukan hanya soal keaslian dokumen, tetapi juga menyangkut riwayat pendidikan Gibran yang menjadi bagian dari persyaratan ketika dirinya maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
Gibran diketahui menempuh pendidikan di Singapura dan Australia sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Singapura. Dalam dokumen pendidikan yang pernah dipublikasikan, riwayat pendidikan tingkat menengah Gibran berkaitan dengan Orchid Park Secondary School di Singapura dan UTS Insearch di Sydney, Australia.
Persoalan tersebut kemudian kembali diangkat oleh pakar hukum tata negara Denny Indrayana.

Denny Buka Sayembara Ijazah Gibran
Pada 9 Agustus 2026, Denny membuka sayembara bagi siapa saja yang mampu menunjukkan ijazah SMA atau sederajat milik Gibran.
Saat pertama kali diumumkan, hadiah yang ditawarkan sebesar Rp100 juta. Namun, dalam waktu kurang dari dua pekan, nilainya terus bertambah karena adanya sejumlah pihak yang menyatakan ikut memberikan dukungan.
Per 22 Agustus 2026, nilai hadiah yang diumumkan Denny telah mendekati Rp3,5 miliar. Artinya, dalam sekitar dua pekan, nilai sayembara meningkat puluhan kali lipat dari angka awal.
Hingga kini, belum ada peserta yang secara resmi dinyatakan berhasil menunjukkan dokumen yang menjadi persyaratan sayembara tersebut. Denny juga menegaskan bahwa masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi tidak perlu mengirimkan uang terlebih dahulu. Dana hadiah disebut baru akan diberikan jika syarat sayembara terpenuhi.

Denny Sudah Kirim Email ke Kampus
Denny tidak hanya mengandalkan sayembara untuk mencari kepastian mengenai riwayat pendidikan Gibran.
Ia mengaku telah melakukan upaya langsung dengan mengirimkan email kepada institusi pendidikan yang berkaitan dengan riwayat sekolah Gibran di Australia, yakni Orchid Park Secondary School dan UTS College di Sydney.
Namun, sampai perkembangan terbaru, email tersebut belum mendapat jawaban.
Denny juga meminta Gibran memberikan izin agar data pendidikan yang bersifat pribadi dapat dikonfirmasi langsung kepada institusi pendidikan terkait. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi jalan untuk mengakhiri perdebatan yang terus berkembang di masyarakat.
Bukan Sekadar Soal Ijazah
Denny berulang kali menekankan bahwa yang ingin ia pastikan adalah dokumen pendidikan tingkat SMA atau sederajat yang menjadi dasar pemenuhan syarat pendidikan Gibran.
Menurut Denny, kepemilikan ijazah S1 tidak otomatis menjawab pertanyaan mengenai syarat pendidikan minimal SMA atau sederajat. Karena itu, ia meminta dokumen yang menjadi dasar pemenuhan syarat tersebut dapat ditunjukkan dan diverifikasi.
Di sisi lain, persoalan ini mendapat tanggapan berbeda dari pihak lain. Ada yang menilai riwayat pendidikan Gibran sudah memiliki dokumen penyetaraan dari pemerintah, sehingga persoalan tersebut seharusnya tidak lagi diperdebatkan.
Perdebatan pun semakin melebar antara pihak yang meminta keterbukaan dokumen dengan pihak yang menilai persoalan pendidikan Gibran sudah memiliki dasar administrasi yang jelas.
Sayembara Makin Besar, Polemik Belum Selesai
Yang membuat persoalan ini semakin menarik perhatian adalah nilai hadiahnya. Dari semula Rp100 juta, kini angka yang dipertaruhkan sudah mendekati Rp3,5 miliar.
Namun, besarnya hadiah belum otomatis menjadi bukti bahwa dokumen yang dicari tidak ada. Sayembara tersebut merupakan langkah yang digagas Denny dan bukan merupakan putusan hukum mengenai sah atau tidaknya dokumen pendidikan Gibran.
Di tengah polemik tersebut, publik kini menunggu dua hal. Pertama, apakah ada pihak yang benar-benar mampu menunjukkan dokumen yang diminta Denny. Kedua, apakah Gibran atau institusi pendidikan terkait akan memberikan penjelasan yang dapat mengakhiri perdebatan.
Polemik yang awalnya berangkat dari persoalan dokumen pendidikan ini pun kembali mengingatkan publik pada perdebatan panjang mengenai ijazah Jokowi. Bedanya, kali ini sorotan tertuju kepada sang anak yang kini menduduki posisi Wakil Presiden RI.
Baca Artikel Lainnya :
- Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp3,5 Miliar, Denny Sudah Hubungi Mantan Kampus Sang Wapres
- 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda, Polisi : Buka Lahan untuk Sawit
- Prabowo ke Riau, Tinjau Langsung Penanganan Karhutla
- Prabowo Pimpin Ratas, Fokus Karhutla Kalimantan & Gempa NTT
- Rektor Unsoed Tersangka, Ortu Maba Diminta Rp650 Juta
Leave a comment