Home Berita Premanisme Masih Marak, Pemerintah Ambil Langkah Tegas
BeritaKriminalNasional

Premanisme Masih Marak, Pemerintah Ambil Langkah Tegas

Share
Premanisme
Premanisme
Share

Pemuja.com – Premanisme masih jadi masalah serius di Indonesia. Tidak hanya dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu, tapi kini juga banyak preman yang berlindung di balik nama organisasi masyarakat (ormas). Mereka sering menggunakan atribut ormas untuk melakukan pemalakan, intimidasi, bahkan mengganggu usaha masyarakat.

Modusnya bisa halus, bisa juga terang-terangan. Namun yang pasti, kehadiran mereka membuat banyak pelaku usaha merasa tidak aman. Dari sektor kecil hingga industri besar ikut terdampak. Preman berkedok ormas ini ikut menciptakan ketakutan dan ketidakpastian hukum di masyarakat.

Premanisme Ganggu Aktivitas Ekonomi dan Investasi
Hal ini berakibat banyaknya investor yang enggan menanamkan modalnya di Indonesia. Iklim usaha pun jadi terganggu, karena para investor merasa tidak aman dan hukum dianggap lemah.

Tidak hanya merusak reputasi daerah, tapi juga citra negara secara keseluruhan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memperburuk perekonomian nasional.

Langkah Tegas Presiden Prabowo Subianto
Menanggapi masalah ini, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Polri untuk mengambil tindakan tegas. Pemerintah pun membentuk Satgas Terpadu Penanganan Premanisme di bawah koordinasi Kemenko Polhukam.

Satgas ini dibentuk untuk menjamin rasa aman masyarakat dan memberi kepastian hukum bagi para pengusaha.

Operasi Pekat: Upaya Serius Polri Berantas Premanisme
Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga sudah menjalankan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) sejak 1 Mei 2025. Operasi ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan tujuan membongkar jaringan pelaku premanisme dan menindak mereka dengan tegas, tanpa pandang bulu.

Masyarakat sangat berharap tindakan ini tidak hanya jadi formalitas. Banyak kasus premanisme yang justru dibiarkan karena adanya oknum aparat yang “bermain” di balik layar. Oleh sebab itu, komitmen aparat sangat penting agar rakyat bisa kembali percaya pada hukum.

Terbukti, kini berbagai bentuk premanisme seperti juru parkir liar, mata elang hingga ormas disikat dan digelandang ke sel oleh pihak berwajib.

Pemberantasan premanisme tidak bisa selesai hanya dengan operasi sesaat. Perlu reformasi menyeluruh, mulai dari penegak hukum, sistem peradilan, hingga pengelolaan ruang publik.

Dengan kerja sama semua pihak, premanisme bisa diberantas, dan Indonesia akan jadi tempat yang lebih aman untuk berusaha dan hidup.


Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Spanyol Juara Piala Dunia 2026!

Pemuja.com – Hari yang akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola akhirnya menjadi milik Spanyol. Di hadapan puluhan ribu penonton yang memenuhi New York...

Inggris Sikat Prancis 6-4, Jadi Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Pemuja.com – Timnas Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. The Three Lions memastikan diri finis di posisi ketiga setelah...

Related Articles

Utang Kopdes Capai Rp240 Triliun, Purbaya Pastikan Cicilan Tepat Waktu

Pemuja.com – Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menanggung...

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Akses Dibatasi

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid III Dibacakan Hari Ini

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan membacakan putusan sidang praperadilan jilid...

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus 2026

Pemuja.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjadwalkan sidang perdana dua permohonan...