Pemuja.com – Memasuki hampir dua pekan sejak bencana longsor dan banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, jumlah korban terus bertambah.
Data terbaru dari dashboard resmi BNPB melalui gis.bnpb.go.id/bansorsumatera2025 menunjukkan situasi masih berubah setiap hari. Cuaca yang tidak stabil dan kerusakan akses membuat pencarian korban berjalan lambat.

Data Korban Terbaru
BNPB mencatat 930 orang meninggal hingga Senin pagi, 8 Desember 2025. Jumlah korban hilang kini berada pada angka 270 orang berdasarkan pembaruan terakhir. Angka ini dapat berubah karena proses identifikasi dan pencarian masih berlangsung.

Sebaran Korban di Tiga Provinsi
Data rinci BNPB menempatkan Aceh sebagai wilayah dengan korban jiwa tertinggi. Selain jumlah meninggal, BNPB juga mencatat korban hilang di masing-masing provinsi.
1. Aceh: 366 jiwa meninggal, 96 orang hilang
2. Sumatera Utara: 330 jiwa meninggal, 78 orang hilang
3. Sumatera Barat: 234 jiwa meninggal, 95 orang hilang
Sebagian dari mereka yang sebelumnya tercatat hilang sudah ditemukan dalam kondisi selamat maupun meninggal. Namun angka tersebut masih berubah mengikuti perkembangan di lapangan.
Pencarian Berlangsung dalam Kondisi Sulit
Medan pencarian yang berat membuat proses evakuasi memakan waktu. Banyak area yang tertutup lumpur tebal, jalan terputus, dan jembatan ambruk. Tim SAR juga harus menghadapi hujan yang masih turun dalam beberapa hari terakhir.
Distribusi bantuan sudah mulai membaik, tetapi sejumlah desa masih sulit dijangkau. Warga mengandalkan dapur umum, tenda darurat, dan pasokan air bersih yang didistribusikan bertahap.

Beberapa relawan di posko gabungan menceritakan bahwa donasi logistik sebenarnya cukup. Namun mereka tidak bisa menyalurkan bantuan itu ke daerah pelosok karena akses jalur darat masih terputus total. Penyaluran hanya bisa dilakukan melalui jalur udara, sehingga distribusi menjadi lambat dan tidak merata.
Situasi Warga di Lapangan
Banyak keluarga masih mencari informasi tentang anggota keluarga mereka. Posko informasi terus menerima laporan warga yang kehilangan kontak.
Di beberapa lokasi, sambungan listrik sudah mulai menyala kembali. Kondisi ini membantu proses penanganan bencana, terutama untuk penerangan malam hari, komunikasi posko, serta pengoperasian alat kesehatan sederhana di pos darurat. Kehadiran listrik juga memudahkan warga berkomunikasi dengan keluarganya di luar daerah dikarenakan fasilitas internet bisa menyala.
Situasi di tiga provinsi ini menunjukkan bahwa penanganan masih jauh dari selesai. Pencarian korban, perbaikan infrastruktur, dan pemulihan kebutuhan dasar menjadi pekerjaan yang harus dikebut dalam beberapa hari ke depan.
Leave a comment