Home Berita Zelensky Siap Lepas Wilayah ke Rusia demi Gencatan Senjata?
BeritaInternasional

Zelensky Siap Lepas Wilayah ke Rusia demi Gencatan Senjata?

Share
Zelensky
Share

Pemuja.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan mempertimbangkan opsi menyerahkan sebagian wilayah negaranya kepada Rusia sebagai bagian dari skema gencatan senjata.

Isu ini mencuat setelah sebuah laporan media internasional yang dikutip oleh iNews menyebut adanya pembahasan internal mengenai kemungkinan referendum di wilayah Donetsk, salah satu daerah yang kini dikuasai pasukan Rusia.

Dalam laporan tersebut, seorang penasihat Zelensky disebut menyampaikan bahwa pemerintah Ukraina membuka ruang untuk mendengar aspirasi warga di wilayah sengketa.

Referendum disebut sebagai salah satu mekanisme yang bisa dipertimbangkan dalam rangka mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 2022. Bahkan, wacana itu dikaitkan dengan momentum pemilihan presiden Ukraina mendatang.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa pernyataan tersebut muncul dari sumber yang dikutip media, bukan pengumuman resmi kebijakan negara.


Zelensky Jelaskan Posisi Resmi Ukraina

Meski isu kompromi teritorial beredar luas, sikap resmi Kiev selama ini konsisten menolak penyerahan wilayah secara permanen.

Zelensky dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina adalah prinsip utama yang tidak bisa dinegosiasikan begitu saja.

Pemerintah Ukraina memang membuka peluang pembicaraan gencatan senjata. Akan tetapi, pembekuan konflik di garis depan berbeda dengan pengakuan sah atas wilayah yang diduduki Rusia.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menyatakan Ukraina akan mengakui Donetsk atau wilayah lain sebagai bagian dari Rusia.


Tekanan Diplomatik dan Spekulasi Politik Zelesnky

Isu penyerahan wilayah juga tidak lepas dari dinamika politik internasional. Sejumlah tokoh global mendorong penyelesaian konflik melalui kompromi.

Dalam berbagai wacana perdamaian, opsi teritorial sering kali muncul sebagai bagian dari diskusi, meski belum tentu disepakati kedua pihak.

Pengamat menilai bahwa setiap proses negosiasi perang biasanya memunculkan berbagai skenario, termasuk opsi yang sensitif secara politik. Namun, skenario tersebut belum tentu mencerminkan keputusan final pemerintah yang bersangkutan.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Lawan Putusan MA

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kenaikan tarif impor global menjadi 15 persen. Keputusan itu diambil hanya sehari setelah tarif sementara...

Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Sempat Tembus Rp 140.000/kg

Pemuja.com – Harga cabai rawit merah di Indonesia kembali mencatat lonjakan tajam menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan data...

Related Articles

TransJakarta Blok M – Bandara Soekarno-Hatta Resmi Dibuka

Pemuja.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan rute baru layanan TransJakarta...

Eks Kemenag Yaqut Ditahan KPK Usai Praperadilan Ditolak

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut...

Biaya Mudik Bertambah, Tarif Tol Batang–Semarang Naik

Pemuja.com – Menjelang musim mudik Lebaran 2026, kabar kenaikan tarif jalan tol...

Prabowo: Indonesia Pasti Mampu Keluar dari Krisis

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu melewati berbagai...