Home Berita Tragedi Latsarmil Kopdes Merah Putih, Saatnya Evaluasi Program
BeritaNasional

Tragedi Latsarmil Kopdes Merah Putih, Saatnya Evaluasi Program

Share
Pelatihan Militer
Pelatihan Militer
Share

Pemuja.com – Program pembentukan manajer Koperasi Desa Merah Putih menjadi sorotan setelah dua peserta pelatihan dasar kemiliteran (Latsarmil) dilaporkan meninggal dunia.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai relevansi pendidikan ala militer bagi calon pengelola koperasi yang tugas utamanya mengembangkan perekonomian masyarakat desa.

Dua peserta yang meninggal adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Berdasarkan keterangan resmi, Anisa meninggal akibat heat stroke atau serangan panas, sedangkan Yonanda meninggal setelah mengalami henti jantung.

Pelatihan Militer untuk Calon Manajer Koperasi

Program Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan berbagai unit usaha secara profesional. Sebelum mendapatkan pembekalan mengenai manajemen dan tata kelola usaha, para peserta diwajibkan mengikuti pendidikan dasar kemiliteran selama beberapa pekan.

Pemerintah menilai pelatihan tersebut diperlukan untuk membentuk disiplin, ketangguhan mental, dan kemampuan bekerja secara terstruktur.

Namun muncul pertanyaan apakah tujuan tersebut harus dicapai melalui latihan fisik ala militer yang memiliki risiko bagi peserta.

Pasalnya, pekerjaan seorang manajer koperasi lebih banyak berkaitan dengan pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, pemasaran, hingga pemberdayaan masyarakat. Kemampuan tersebut umumnya diperoleh melalui pendidikan manajemen, pelatihan profesional, dan pengalaman lapangan.

Perlukah Semua Harus Dimiliterkan?

Kasus ini kembali memunculkan perdebatan mengenai penggunaan pendekatan militer dalam program-program sipil. Disiplin memang merupakan nilai yang penting, tetapi tidak semua profesi membutuhkan pendidikan dasar kemiliteran sebagai syarat utama.

Koperasi dibangun atas prinsip partisipasi, kerja sama, dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, banyak pihak menilai pembekalan yang lebih relevan adalah peningkatan kemampuan manajerial, kepemimpinan, tata kelola usaha, serta pemahaman terhadap kondisi sosial dan ekonomi desa.

Evaluasi yang Tidak Boleh Setengah Hati

Meninggalnya dua peserta seharusnya menjadi alarm serius bagi penyelenggara program. Setiap kegiatan yang melibatkan risiko fisik tinggi perlu dievaluasi secara menyeluruh, terlebih pesertanya bukan calon prajurit, melainkan calon pengelola ekonomi desa.

Namun hingga kini belum terlihat tanda bahwa program tersebut akan dihentikan atau ditinjau ulang secara mendasar.

Jika tujuan akhirnya adalah membangun ekonomi desa yang kuat, maka kemampuan mengelola usaha, membaca peluang pasar, menyusun laporan keuangan, dan memberdayakan masyarakat seharusnya menjadi fokus utama.

Tragedi yang merenggut dua nyawa ini semestinya menjadi momentum untuk mengkaji ulang arah program, bukan sekadar memperbaiki prosedur pelaksanaannya.

Sebab ketika korban jiwa sudah terjadi namun program tetap berjalan tanpa evaluasi mendasar, publik berhak mempertanyakan apakah manfaat yang diperoleh benar-benar sebanding dengan risiko yang harus ditanggung peserta.

Desa membutuhkan manajer yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan mengembangkan usaha masyarakat, bukan sekadar mereka yang berhasil melewati latihan fisik yang keras.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Spanyol Juara Piala Dunia 2026!

Pemuja.com – Hari yang akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola akhirnya menjadi milik Spanyol. Di hadapan puluhan ribu penonton yang memenuhi New York...

Inggris Sikat Prancis 6-4, Jadi Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Pemuja.com – Timnas Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. The Three Lions memastikan diri finis di posisi ketiga setelah...

Related Articles

Utang Kopdes Capai Rp240 Triliun, Purbaya Pastikan Cicilan Tepat Waktu

Pemuja.com – Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menanggung...

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Akses Dibatasi

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid III Dibacakan Hari Ini

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan membacakan putusan sidang praperadilan jilid...

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus 2026

Pemuja.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjadwalkan sidang perdana dua permohonan...