Home Berita Dari Bundaran HI ke DPR, Gelombang Aksi Mahasiswa Terus Bergulir
BeritaNasional

Dari Bundaran HI ke DPR, Gelombang Aksi Mahasiswa Terus Bergulir

Share
Demo Mahasiswa
Demo Mahasiswa
Share

Pemuja.com – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang telah berlangsung sejak pertengahan Juni kembali berlanjut pada Jumat (19/6/2026). Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dipimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Selain mahasiswa Trisakti, aksi juga diikuti mahasiswa Universitas Esa Unggul, sejumlah organisasi kemahasiswaan, serta elemen masyarakat lainnya. Mereka menggelar demonstrasi dengan menyuarakan berbagai tuntutan kepada pemerintah maupun DPR.

Bawa Tiga Tuntutan Utama

Dalam aksinya, mahasiswa mengusung tuntutan yang mereka sebut sebagai “Tritura Rakyat”. Tuntutan tersebut mencakup pemulihan kondisi ekonomi dan politik nasional, pemberantasan pejabat yang dinilai tidak kompeten, serta pengembalian supremasi sipil dalam tata kelola pemerintahan.

Mahasiswa juga menyoroti berbagai isu yang tengah menjadi perhatian publik. Di antaranya kenaikan harga kebutuhan pokok, harga BBM, penggunaan anggaran negara, hingga penolakan terhadap sejumlah rancangan regulasi yang dinilai berpotensi mengurangi ruang demokrasi.

DPR Terima Perwakilan Mahasiswa

Aksi yang berlangsung sejak siang hari itu berujung pada pertemuan antara perwakilan mahasiswa dan anggota DPR. Dalam dialog yang berlangsung sekitar satu setengah jam, mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan secara langsung kepada pimpinan dan anggota dewan.

DPR berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa melalui mekanisme kelembagaan. Sejumlah isu yang disampaikan juga disebut akan dibawa ke pembahasan lebih lanjut di parlemen.

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah persoalan hukum yang menimpa sejumlah mahasiswa. DPR menyatakan akan membantu mendorong penyelesaian kasus yang melibatkan mahasiswa peserta aksi. Termasuk upaya mendorong pencabutan status tersangka terhadap 16 mahasiswa Universitas Trisakti.

Pengamanan Ketat dan Dampak Lalu Lintas

Aksi demonstrasi menyebabkan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Senayan dan sejumlah titik di Jakarta Pusat. Pengendara diminta mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan kendaraan di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Dampak aksi juga dirasakan pada layanan transportasi publik. Beberapa rute Transjakarta sempat mengalami penyesuaian dan penghentian sementara operasional akibat pengalihan lalu lintas yang dilakukan aparat keamanan.

Berawal dari Aksi di Bundaran HI

Aksi 19 Juni merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi mahasiswa yang berlangsung sejak 12 Juni 2026. Gelombang aksi ini diawali oleh demonstrasi BEM Universitas Indonesia bersama sejumlah elemen mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta.

Saat itu mahasiswa menyoroti kondisi ekonomi nasional. Mereka juga mengkritik kenaikan harga kebutuhan pokok, harga BBM, serta sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.

Meski sempat diwarnai ketegangan di beberapa titik, aksi di depan DPR pada 19 Juni berlangsung relatif terkendali hingga malam hari. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal berbagai tuntutan yang telah mereka sampaikan kepada pemerintah dan DPR.

DPR Masih Dipercaya Mahasiswa

Menariknya, meski berbagai kritik juga diarahkan kepada DPR, mahasiswa masih mempercayakan lembaga legislatif tersebut sebagai saluran aspirasi. Hal itu terlihat dari keputusan mereka untuk berdialog langsung dengan anggota dewan.

Mahasiswa berharap DPR dapat memperjuangkan berbagai tuntutan yang disampaikan dalam aksi. Mereka juga meminta parlemen menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap kebijakan pemerintah.

Namun, kepercayaan tersebut juga menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai tuntutan mahasiswa pada gelombang aksi sebelumnya belum membuahkan hasil yang jelas. Termasuk tuntutan 17+8 yang sempat ramai disuarakan dalam berbagai aksi mahasiswa.

Menanti Tindak Lanjut

Kritik juga muncul karena mayoritas kursi DPR saat ini ditempati partai-partai pendukung pemerintah. Kondisi itu membuat sebagian kalangan mempertanyakan independensi DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Hal ini tercermin dari betapa cepat dan mudahnya UU Polri terselesaikan, dengan mengabulkan hal-hal yang ditentang oleh para mahasiswa.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah DPR setelah menerima aspirasi mahasiswa. Mereka menunggu tindak lanjut dari berbagai tuntutan yang telah disampaikan. Jawaban DPR akan menjadi ukuran sejauh mana suara mahasiswa benar-benar mendapat perhatian di parlemen.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Raffi Ahmad Tegas! Bantah Terlibat Kasus Suap Bea Cukai

Pemuja.com – Raffi Ahmad akhirnya buka suara setelah namanya muncul dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan...

Timur Tengah Kian Memanas, AS Serang Iran Setelah Insiden Apache

Pemuja.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dan Israel terlibat aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir. Rudal dan drone...

Related Articles

Prediksi Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Semua Tim Memiliki 1 Poin

Pemuja.com – Pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 kembali berlanjut pada Senin...

Prediksi Piala Dunia 2026 Minggu 21Juni: Spanyol Wajib Menang

Pemuja.com – Pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 kembali berlanjut pada Minggu...

PLN Kekurangan Batu Bara, Siapa yang Lalai?

Pemuja.com – Pengakuan Kementerian ESDM bahwa PT PLN (Persero) masih kekurangan sekitar...

Jadwal Piala Dunia 2026 Sabtu 20 Juni: Brasil Wajib Menang, Australia Tantang AS

Pemuja.com – Kejutan terjadi pada pertandingan Jumat (19/6/2026) di Grup B Piala...