Home Berita Kehadiran Ormas GRIB Jaya di Bali, Di tolak Keras Pecalang
BeritaNasional

Kehadiran Ormas GRIB Jaya di Bali, Di tolak Keras Pecalang

Share
Bali
Share

Pemuja.com – Pulau Bali, yang dikenal dengan kekayaan budaya dan tradisinya yang kuat, kini menghadapi polemik atas kehadiran organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.

Ormas ini mengklaim bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk menjaga keamanan di Bali, tetapi masyarakat adat, khususnya Pecalang, menolak keras keberadaan mereka dengan alasan berpotensi mengganggu sistem keamanan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kehadiran GRIB Jaya dan Klaim Perlindungan

Dalam pernyataannya, ormas GRIB Jaya menegaskan bahwa mereka memiliki visi untuk membantu menjaga stabilitas keamanan di daerah tersebut. Ketua DPD GRIB Jaya Bali, dalam sebuah wawancara, menyampaikan:

“Kami hadir untuk mendukung keamanan Bali. Kami ingin menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban di wilayah ini.”

Namun, klaim ini tidak serta-merta diterima oleh masyarakat adat Bali. Pecalang, sebagai satuan keamanan adat yang telah lama berfungsi menjaga ketertiban, menganggap bahwa kehadiran ormas luar berpotensi mengganggu harmoni yang telah terjalin selama ratusan tahun.

Penolakan dari Pecalang

Sebagai penjaga adat, Pecalang menegaskan bahwa mereka memiliki mekanisme yang telah terbukti menjaga stabilitas daerah tersebut tanpa perlu campur tangan dari organisasi luar. Manggala Utama Pasikian Pecalang Bali, I Made Mudra, menyampaikan pernyataan tegas:

“Kami bukan sekadar petugas keamanan. Kami adalah penjaga adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bali tidak membutuhkan kehadiran ormas luar untuk urusan keamanan.”

Selain itu, beberapa tokoh adat lainnya juga mengungkapkan kekhawatiran mereka. I Ketut Sudarsana, seorang pemuka adat dari Kabupaten Gianyar, menyatakan:

“Bali memiliki sistem keamanan yang unik. Pecalang telah menjaga desa-desa adat dan wilayah sakral selama bertahun-tahun. Adanya ormas luar bisa merusak keseimbangan ini.”

Kekhawatiran terhadap Tatanan Sosial dan Budaya

Pecalang bukan hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai simbol pelestarian tradisi Bali. Kehadiran ormas luar menimbulkan kecemasan bahwa tatanan sosial dan budaya dapat mengalami perubahan yang tidak diinginkan. I Nyoman Putra, seorang akademisi yang meneliti adat Bali, menambahkan:

“Keberadaan Pecalang bukan hanya soal keamanan fisik, tetapi juga perlindungan budaya. Jika ada kelompok lain yang masuk, ada risiko pergeseran nilai dan tradisi yang selama ini menjadi identitas Bali.”

Selain itu, beberapa masyarakat juga menyoroti potensi premanisme berkedok ormas, yang dapat mengancam ketertiban umum dan merusak keharmonisan yang telah dijaga oleh komunitas lokal.

Mereka mendesak pemerintah daerah untuk menindaklanjuti masalah ini dengan serius dan memastikan bahwa sistem keamanan adat tetap dihormati.

Pecalang, sebagai penjaga adat, menegaskan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk menjaga keamanan tanpa campur tangan dari ormas luar.

Masyarakat adat berharap agar pemerintah dapat mengambil langkah tegas demi menjaga stabilitas sosial dan budaya Bali, serta memastikan bahwa adat tetap menjadi pilar utama dalam pengelolaan keamanan di Pulau Dewata.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

KTT Board of Peace di Amerika: Trump Dan Prabowo Makin Dekat

Pemuja.com – Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) digelar di Donald J. Trump United States Institute of Peace, Washington DC, pada...

Kenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini, Edukasi dari Eka Hospital

Pemuja.com – Serangan jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang drastis...

Related Articles

Prabowo: Indonesia Pasti Mampu Keluar dari Krisis

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu melewati berbagai...

Iran Tolak Negosiasi AS-Israel, Teheran Ingin Beri “Pelajaran”

Pemuja.com – Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membuka negosiasi dengan Amerika Serikat...

AHY : Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang

Pemuja.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono...

PN Jaksel Tolak Praperadilan Yaqut, Status Tersangka Berlaku

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan...