Pemuja.com – Evakuasi terus berlangsung di Desa Cibeunying, Majenang, di tengah hujan deras dan medan longsor yang membahayakan. Warga dan tim SAR berpacu dengan waktu, berharap bisa menemukan korban yang masih tertimbun.
Total Korban Longsor Cilacap
Hingga Senin, 17 November 2025, sebanyak 13 orang telah ditemukan meninggal dunia akibat longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Dua jenazah terakhir ditemukan pada Minggu malam. Sementara itu, 10 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Evakuasi Longsor Dihadang Cuaca dan Medan Berat
Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan lokal memulai pencarian sejak pukul 06.00 WIB setiap hari.
Mereka menghadapi medan yang sangat sulit: tanah yang labil, lumpur setebal lutut, dan hujan deras yang terus mengguyur wilayah Majenang.
Risiko longsor susulan terus mengintai, membuat setiap langkah pencarian harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Pengerahan Alat Berat dan Anjing Pelacak
Untuk mempercepat proses evakuasi, pemerintah telah mengerahkan 22 unit alat berat jenis bucket ekskavator ke lokasi bencana. Alat-alat ini digunakan untuk mengangkat material longsoran yang menimbun rumah-rumah warga.
Selain itu, anjing pelacak dari tim K-9 juga dikerahkan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan tanah, terutama di area yang sulit dijangkau oleh alat berat.
Modifikasi Cuaca: Upaya Melawan Hujan
BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menyemai garam ke awan agar hujan bisa dikurangi. Meski menjanjikan, keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan arah angin.
Tujuannya jelas: menciptakan jeda hujan agar proses evakuasi bisa dilakukan dengan lebih aman dan efektif.
Inisiatif Warga: Penanda Harapan di Tengah Lumpur
Warga yang selamat turut membantu dengan menancapkan bambu-bambu penanda di lokasi rumah yang tertimbun.
Ujung bambu diberi plastik berwarna cerah agar mudah dikenali dari kejauhan. Penanda ini menjadi panduan penting bagi tim evakuasi dalam menentukan titik-titik pencarian, terutama di tengah medan yang telah berubah total akibat longsor.
Solidaritas dan Harapan di Tengah Duka
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah mengunjungi lokasi dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung penuh proses evakuasi dan pemulihan.
Di posko pengungsian, pelukan dan doa menjadi penguat bagi mereka yang kehilangan. Longsor ini bukan hanya tragedi alam, tapi juga ujian kemanusiaan yang memperlihatkan ketangguhan dan kebersamaan warga Cilacap.
Di bawah langit kelabu dan guyuran hujan, pencarian terus berlanjut. Setiap sekop tanah yang diangkat adalah langkah menuju kepastian. Dan di tengah lumpur dan air mata, harapan tetap hidup.
Leave a comment