Home Berita Biaya Perang AS Melawan Iran Membengkak, Tembus Rp860T
BeritaInternasional

Biaya Perang AS Melawan Iran Membengkak, Tembus Rp860T

Share
Share

Pemuja.com – Biaya perang Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran meningkat tajam dan kini diperkirakan mencapai hingga Rp860 triliun. Angka ini melonjak jauh dari estimasi awal pemerintah yang dinilai terlalu rendah.

Perkiraan Biaya Perang Yang Melenceng

Pada awalnya, biaya perang diproyeksikan sekitar 25 miliar dolar AS. Namun, perhitungan terbaru menunjukkan angka tersebut belum mencakup berbagai kebutuhan penting, seperti perbaikan fasilitas militer dan penggantian alat tempur yang rusak.

Dengan memasukkan komponen tambahan tersebut, total biaya kini diperkirakan berada di kisaran 40 hingga 50 miliar dolar AS. Lonjakan ini mencerminkan kompleksitas operasi militer yang terus berkembang.

Biaya Perang Didominasi Operasi dan Persenjataan

Sebagian besar anggaran terserap untuk operasional militer, termasuk serangan udara, mobilisasi pasukan, serta penggunaan amunisi berteknologi tinggi.

Baca Juga : May Day 2026 Kembali Digelar di Monas: Antara Panggung Megah dan Politik

Selain itu, biaya perawatan dan penggantian alat utama sistem persenjataan juga menjadi faktor utama pembengkakan anggaran.Intensitas perang yang tinggi membuat kebutuhan logistik dan militer meningkat dalam waktu singkat.

Pengeluaran Besar Sejak Awal Konflik

Dalam tahap awal konflik saja, tepatnya sekitar 100 jam pertama, pengeluaran militer sudah mencapai miliaran dolar.

Hal ini menunjukkan bahwa operasi militer skala besar membutuhkan biaya yang sangat besar bahkan dalam waktu singkat.

Perang AS

Dampak ke Ekonomi Global

Konflik ini tidak hanya membebani anggaran AS, tetapi juga berdampak pada ekonomi global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah mengganggu distribusi energi, yang kemudian memicu kenaikan harga minyak dan gas.

Kondisi tersebut berimbas pada meningkatnya inflasi di berbagai negara, terutama yang bergantung pada impor energi.

Tekanan Politik di Dalam Negeri

Besarnya biaya perang juga memicu kritik di dalam negeri AS. Sejumlah pihak mempertanyakan efektivitas operasi militer serta transparansi penggunaan anggaran.

Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan tersebut dengan alasan menjaga keamanan nasional.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Hari Ini

Pemuja.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menjadwalkan pelimpahan tersangka Don Ritto (DR) beserta barang bukti ke Kejaksaan Agung (Kejagung),...

Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pemuja.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah,...

Related Articles

Nadiem Jalani Sidang Perdana Banding Kasus Chromebook

Pemuja.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim,...

112 Korban Serangan Israel Dimakamkan Massal di Gaza

Pemuja.com – Ribuan warga Palestina memadati kawasan Sabra, Kota Gaza, untuk mengikuti...

PM Thailand Kunjungi Indonesia, Prabowo Terima Baret Merah

Pemuja.com – Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, melakukan kunjungan kenegaraan ke...

Kejagung: Pemilik Emas 74 Kg di Kasus Febrie Akan Diungkap

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan identitas pemilik emas batangan seberat 74...