Home Berita Pantang Mundur! KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
BeritaKriminalNasional

Pantang Mundur! KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Share
Share

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terjaring dalam operasi senyap yang dilakukan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Rabu (29/7/2026) dini hari.

Kabar penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Ia membenarkan bahwa Anom Widiyantoro menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Namun, hingga kini KPK belum mengungkap secara rinci dugaan tindak pidana yang menjadi dasar operasi senyap tersebut.


Istri Bupati dan Sejumlah Lokasi Ikut Diperiksa

Dalam perkembangan terbaru, istri Bupati Pemalang berinisial NFM turut diamankan dari pendopo rumah dinas bupati.

Selain itu, penyidik KPK melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pemalang.

Tak hanya itu, dua rumah yang diduga berkaitan dengan perkara juga menjadi lokasi penggeledahan. Hingga kini, KPK belum menjelaskan keterlibatan pihak-pihak lain maupun barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi tersebut.


KPK Masih Dalami Dugaan Perkara

Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Dalam kurun waktu tersebut, penyidik akan melakukan pemeriksaan intensif sebelum memutuskan apakah pihak-pihak yang diperiksa akan ditetapkan sebagai tersangka atau dipulangkan.

Lembaga antirasuah juga dijadwalkan memberikan keterangan resmi mengenai konstruksi perkara, jumlah pihak yang diamankan, serta barang bukti yang disita setelah pemeriksaan awal selesai.


Pemalang Kembali Terseret Kasus Korupsi

OTT terhadap Anom Widiyantoro kembali menempatkan Kabupaten Pemalang dalam sorotan publik. Sebelumnya, daerah ini juga pernah menjadi perhatian nasional ketika mantan Bupati Mukti Agung Wibowo ditangkap KPK dalam kasus dugaan suap dan jual beli jabatan pada 2022.

Kasus terbaru ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan KPK dan menjadi pengingat bahwa praktik korupsi di tingkat pemerintahan daerah masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Kasus Tanah Summarecon Memanas, Nusron Dua Kali Absen, Uang Hercules Disita KPK

Pemuja.com – Ada yang menarik dari perkembangan kasus dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa...

IHSG Ambruk 11 Persen, Ada Apa dengan Pasar Modal Indonesia?

Pemuja.com – Hari kelam dialami pasar saham Indonesia pada Jumat, 16 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 11,4 persen....

Related Articles

Bitcoin Anjlok ke US$78 Ribu Usai Binance Diretas Rp100 Triliun

Pemuja.com – Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam hingga menyentuh kisaran US$78.000...

BNPB : Titik Karhutla Papua Selatan Menurun 78%

Pemuja.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca...

Mengejutkan! Netanyahu Gagal Raih Mayoritas di Pemilu Israel

Pemuja.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tantangan politik setelah koalisi...

KPK Usut Dugaan Kickback Vendor kepada Oknum BNPB

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan pemberian imbal balik atau...