Home Berita BGN Siapkan Skema Khusus MBG di Daerah Rawan Konflik
BeritaNasionalPendidikan

BGN Siapkan Skema Khusus MBG di Daerah Rawan Konflik

Share
Share

Pemuja.com – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan mekanisme khusus untuk menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah rawan konflik.

Langkah ini dilakukan agar anak-anak di wilayah dengan tantangan keamanan maupun akses yang sulit tetap memperoleh makanan bergizi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan skema tersebut masih dalam tahap penyempurnaan. Sejumlah proyek percontohan atau piloting telah dijalankan dengan melibatkan TNI dan Polri sebagai mitra dalam distribusi program.

Gandeng TNI-Polri dan Manfaatkan Fasilitas Umum

Menurut Sudaryono, kerja sama dengan aparat keamanan diperlukan untuk memastikan distribusi MBG dapat menjangkau wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, termasuk sejumlah daerah di Papua.

Dalam uji coba yang telah dilakukan, BGN memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di daerah, seperti gereja dan sarana umum lainnya, sebagai titik penyaluran makanan bergizi kepada anak-anak. Pendekatan ini dinilai lebih fleksibel untuk menyesuaikan kondisi di lapangan.

Anak di Daerah Konflik Tetap Berhak Mendapat Gizi

Sudaryono menegaskan pemerintah tidak ingin kondisi keamanan maupun letak geografis menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan akses terhadap pemenuhan gizi.

Karena itu, BGN berkomitmen menyusun pola distribusi yang mampu menjangkau daerah terpencil maupun wilayah rawan konflik agar manfaat Program MBG dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.

Papua, NTT, dan Maluku Jadi Prioritas

Selain Papua, BGN juga memetakan sejumlah wilayah lain yang menjadi perhatian dalam pengembangan Program MBG. Di antaranya adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku yang masih menghadapi tantangan akses serta kebutuhan peningkatan layanan gizi.

Sudaryono menyebut seluruh wilayah prioritas telah dipetakan sehingga pemerintah dapat menentukan daerah yang membutuhkan penanganan paling mendesak. Selain mempertimbangkan kondisi keamanan, BGN juga memperhatikan daerah dengan angka stunting yang masih tinggi.

Skema Distribusi Terus Dimatangkan

BGN memastikan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis akan terus dilakukan. Hasil uji coba di berbagai wilayah akan menjadi dasar penyusunan mekanisme distribusi yang lebih efektif, aman, dan tepat sasaran.

Melalui kolaborasi dengan TNI, Polri, serta pemanfaatan fasilitas umum di daerah, pemerintah berharap seluruh anak Indonesia, termasuk yang berada di kawasan rawan konflik, tetap memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan makanan bergizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan menekan angka stunting.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Sidang Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Beri Jawaban

Pemuja.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang praperadilan yang diajukan Roy Suryo terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan...

Nama Konglomerat Tan Kian Terjerumus Dalam Kasus Jampidsus

Pemuja.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan konglomerat Tan Kian hingga kini masih berstatus sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret...

Related Articles

MK Putuskan Anggaran MBG Dan Pendidikan Dipisah Mulai 2028

Pemuja.com – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa pendanaan Program Makan Bergizi Gratis...

Dugaan Gratifikasi Menteri Perhutanan, KPK Pastikan Besaran Uang yang Dikembalikan

Pemuja.com – Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan yang juga merupakan politikus PSI,...

Bupati Pemalang Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Pemerasan

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam...

Gempa M7,1 Guncang Jepang, 13 Tewas dan Puluhan Orang Masih Hilang

Pemuja.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di...