Home Berita Inter Milan Kunci Scudetto, Inggris dan Spanyol Masih Panas di Tikungan Akhir
BeritaInternasionalOlahraga

Inter Milan Kunci Scudetto, Inggris dan Spanyol Masih Panas di Tikungan Akhir

Share
Inter Scudetto
Inter Scudetto
Share

Pemuja.com – Setelah Liga Jerman memastikan juaranya lewat dominasi Bayern Munchen, kini giliran Italia menemukan rajanya.

Inter Milan resmi mengunci Scudetto Serie A musim 2025/2026, menegaskan supremasi mereka di kompetisi domestik.

Gelar ini dipastikan usai kemenangan meyakinkan 2-0 atas Parma di pekan ke-35. Hasil yang terasa seperti formalitas, karena jarak poin dengan para pesaing sudah terlalu lebar sejak beberapa pekan sebelumnya.

Mengunci Lebih Cepat

Tambahan tiga poin membuat Inter mengoleksi 82 poin dari 35 pertandingan. Sementara Napoli sebagai scudetto tahun lalu berada di peringkat kedua di angka 70 poin.

Dengan hanya tiga laga tersisa, selisih 12 poin membuat posisi mereka tak lagi mungkin dikejar secara matematis. Bahkan jika Inter kehilangan seluruh sisa pertandingan, gelar tetap aman.

Sebuah musim yang diselesaikan tanpa perlu menunggu garis akhir.

Juventus Gagal Menekan, Milan Kehilangan Arah

Di saat Inter melaju tanpa hambatan, Juventus justru gagal menjaga momentum. Hasil imbang 1-1 di laga krusial melawan Verona yang sudah dipastikan terdegradasi membuat Juventus tertahan dan semakin jauh dari perebutan puncak.

Sementara itu, AC Milan mengalami tekanan lebih besar. Kekalahan 0-2 di momen penting melawan Sassuolo membuat posisi mereka goyah, bahkan fokus perlahan bergeser dari perburuan gelar menjadi sekadar mengamankan tiket Liga Champions.

Inggris dan Spanyol Masih Menunggu Kepastian

Kontras terlihat jelas jika menoleh ke kompetisi lain. Saat Italia sudah “selesai”, Liga Inggris dan Liga Spanyol justru memasuki fase paling menentukan, fase di mana tekanan datang dari setiap pertandingan yang tersisa.

Di Inggris, perburuan gelar hanya menyisakan dua nama: Arsenal dan Manchester City. Selisih poin memang tidak lagi setipis sebelumnya, tetapi jarak enam poin masih sangat mungkin dikejar, terlebih Manchester City masih menyimpan dua laga di tangan.

Arsenal tampil lebih konsisten sepanjang musim, namun ujian sesungguhnya justru hadir di tikungan akhir. Di sisi lain, Manchester City membawa satu hal yang tidak bisa diukur dengan angka: pengalaman menjadi juara. Dalam situasi seperti ini, mereka terbiasa menekan tanpa terlihat panik, menunggu satu celah kecil untuk membalikkan keadaan.

Menariknya, persaingan papan atas juga menghadirkan kejutan. Manchester United kini menempati posisi ketiga, berbanding jauh dengan musim lalu saat mereka terpuruk di peringkat ke-15. Kemenangan dramatis 3-2 atas Liverpool menjadi simbol kebangkitan tersebut.

Di bawah kepemimpinan Michael Carrick, Manchester United berhasil mengunci tiket Liga Champions, sebuah lompatan besar yang mengubah wajah persaingan musim ini.

Ini bukan lagi soal siapa yang terbaik di awal, tetapi siapa yang paling tenang di akhir. Karena satu kesalahan kecil saja bisa mengubah arah gelar.

Di Spanyol, situasinya berbeda namun tetap menyimpan tensi tinggi. Barcelona memimpin cukup jauh dari Real Madrid dengan selisih 11 poin, namun gelar belum sepenuhnya aman.

Dengan empat laga tersisa, secara matematis peluang masih terbuka. Apalagi, laga krusial akan tersaji saat Barcelona menjamu Real Madrid dalam El Clasico pekan depan, sebuah pertandingan yang bisa menjadi titik penentu.

Satu kemenangan saja sudah cukup bagi Barcelona untuk memastikan gelar. Jika itu terjadi saat menghadapi rival abadinya, maka bukan hanya soal juara, tetapi juga tentang cara menutup musim dengan pernyataan paling sempurna.

Scudetto Tanpa Drama, Eropa Masih Membara

Inter Milan menutup musim mereka lebih cepat, tanpa perlu drama hingga pekan terakhir. Konsistensi menjadi kunci, sesuatu yang gagal dijaga oleh para pesaingnya.

Namun di saat yang sama, kompetisi lain justru baru memasuki bab paling menegangkan.

Sepak bola selalu tentang momentum. Dan musim ini menunjukkan satu hal yang kontras:
ada yang mengunci lebih awal, ada yang masih bertarung hingga detik terakhir. Bagaimana dengan Liga 1 Indonesia? Pasti seru juga.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prabowo Bertemu Satgas PKH, Bahas Pelanggaran Hutan

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026)....

Garuda GA604 Pecah Ban, Berhasil Mendarat Selamat di Makassar

Pemuja.com – Insiden langka dialami pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta–Makassar yang mengalami pecah ban pada salah satu roda utama saat penerbangan menuju...

Related Articles

Utang Warisan Krisis 1998 Rp640 Triliun Dinyatakan Lunas

Pemuja.com – Pemerintah Indonesia akhirnya menyelesaikan seluruh kewajiban surat utang yang diterbitkan...

Trump Umumkan Perluasan Kehadiran Militer AS di Greenland

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana memperbesar kehadiran...

TNI Fair 2026 Digelar Besok di Monas 19-20 September

Pemuja.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menggelar TNI Fair dalam rangka...

KPK Geledah Gedung ATR/BPN, Tiga Ruang Dirjen Diperiksa

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah ruangan di Kementerian Agraria...