Home Berita Pantai Kuta Tergerus Abrasi, Kini Pariwisata Bali Hadapi Ancaman Baru
BeritaNasionalWisata

Pantai Kuta Tergerus Abrasi, Kini Pariwisata Bali Hadapi Ancaman Baru

Share
Abrasi Pantai
Abrasi Pantai
Share

Pemuja.com – Bali selama puluhan tahun menjadi wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Seminyak, hingga kawasan selatan Bali dikenal karena pasir putih, sunset indah, dan suasana tropis yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

Namun di balik keindahan tersebut, muncul persoalan yang mulai membuat publik khawatir. Abrasi dan hilangnya pasir di sejumlah pantai Bali kini semakin terlihat nyata.

Pantai Kuta menjadi salah satu yang paling banyak disorot. Bibir pantai di beberapa titik terlihat semakin menyempit. Ombak bahkan disebut mulai mendekati jalur pedestrian dan area wisata.

Di media sosial Instagram dan TikTok, wisatawan ramai membandingkan kondisi Pantai Kuta sekarang dengan beberapa tahun lalu. Banyak yang menilai hamparan pasir pantai sudah jauh berkurang.

Ramai di sosial media, fenomena serupa perlahan juga mulai terlihat di Pantai Pandawa. Saat air surut, area pantai tampak terlihat bebatuan besar yang dahulunya tertutup pasir putih.

Sudah Terjadi Lama

Fenomena abrasi sebenarnya bukan persoalan baru di Bali. Pengikisan pantai sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan terus berulang ketika musim ombak besar datang.

Walaupun penanganannya sudah dilakukan, namun dinilai masih bersifat sementara dan terkesan lamban. Sejak 2 tahun lalu, langkah yang terlihat lebih banyak berupa penataan ulang pasir dan pemasangan pemecah ombak (breakwater) di beberapa titik pantai.

Kondisi ini mengingatkan masyarakat pada masalah sampah pantai yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Saat itu, tumpukan sampah kiriman memenuhi sejumlah pantai wisata Bali hingga menjadi sorotan internasional. Pergerakan pembersihan baru terjadi setelah presiden menyentil hal tersebut.

Dampak Abrasi Bisa Mengganggu Pariwisata Bali

Abrasi tidak hanya merusak pemandangan pantai. Dampaknya juga dapat memengaruhi sektor pariwisata Bali secara langsung.

Pantai merupakan daya tarik utama wisatawan yang datang ke Pulau Dewata. Jika abrasi terus terjadi, kenyamanan wisatawan bisa ikut menurun.

Area bermain semakin sempit. Jalur pedestrian berpotensi rusak. Aktivitas pedagang kecil di sekitar pantai juga dapat terganggu.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa memengaruhi citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Apalagi wisatawan internasional kini semakin memperhatikan isu lingkungan dan keberlanjutan destinasi wisata.

Pembangunan Pesisir Ikut Jadi Sorotan

Sebagian pemerhati lingkungan juga menyoroti pembangunan di kawasan pesisir Bali yang terus bertambah.

Hotel, beach club, restoran, hingga proyek wisata dinilai memberi tekanan tambahan pada kawasan pantai.

Selain itu, perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut disebut ikut mempercepat abrasi di wilayah pesisir selatan Bali.

Di media sosial, ramai pula perdebatan soal pembangunan pemecah ombak di beberapa kawasan pantai Bali. Sebagian netizen dan pemerhati pesisir menilai struktur pemecah ombak memang bisa melindungi area tertentu, tetapi di sisi lain berpotensi mengubah arah arus laut dan perpindahan pasir.

Akibatnya, ada kawasan yang menjadi lebih terlindungi, namun area lain justru mengalami pengikisan lebih cepat.

Meski begitu, hal tersebut tetap membutuhkan kajian ilmiah menyeluruh karena setiap garis pantai memiliki kondisi arus dan karakter berbeda.

Bali Masih Memiliki Potensi Wisata Besar

Meski menghadapi ancaman abrasi, Bali masih memiliki potensi wisata yang sangat kuat.

Budaya, kuliner, wisata alam, hingga desa wisata tetap menjadi daya tarik utama Pulau Dewata.

Namun kondisi ini menjadi pengingat bahwa pariwisata Bali perlu dibangun dengan konsep yang lebih berkelanjutan.

Harapan jatuh pada pemerintah daerah dan pusat agar bergerak lebih cepat sebelum kerusakan pantai menjadi semakin sulit diperbaiki. Semoga Bali tetap asri seperti lirik lagu “Kembalikan Baliku Padaku..”

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Update Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 14 Orang Meninggal Dunia

Pemuja.com – Duka itu ternyata belum mencapai puncaknya. Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang sebelumnya dilaporkan menewaskan 7 orang, kini kembali memakan...

Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 7 Tewas, Puluhan Luka

Pemuja.com – Kecelakaan kereta api tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Insiden ini melibatkan KRL Commuter Line dengan kereta...

Related Articles

Ibrahim Arief divonis 4 Tahun, Nadiem Sebut Sulit Diterima

Pemuja.com – Putusan majelis hakim terhadap mantan konsultan teknologi Kemendikbudristek, Ibrahim Arief...

MK Tegaskan Jakarta Masih Jadi Ibu Kota, IKN Belum Resmi Berlaku

Pemuja.com – Tok tok! Palu Mahkamah Konstitusi (MK) resmi diketok dengan hasil...

Dollar AS Sentuh Rp17.500 Saat Ekonomi Indonesia Disebut Tumbuh 5,61 Persen

Pemuja.com – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah dolar Amerika Serikat...

Sidang Tuntutan Nadiem Makarim Digelar 13 Mei 2026

Pemuja.com – Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device...