Home Berita Setelah Kejagung Usut Kasus MBG, Kini KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Imigrasi
BeritaKriminalNasional

Setelah Kejagung Usut Kasus MBG, Kini KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Imigrasi

Share
Bersih Bersih Pemerintahan
Bersih Bersih Pemerintahan
Share

Pemuja.com – Program MBG bukan lagi satu-satunya kasus yang menyita perhatian publik. Setelah Kejaksaan Agung menangani dugaan korupsi dalam program MBG, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menunjukkan tajinya lewat langkah tegas di sektor lain pemerintahan.

KPK resmi menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, sebagai tersangka dugaan pemerasan dan gratifikasi. Kasus tersebut berkaitan dengan pengurusan dokumen keimigrasian warga negara asing (WNA).

Kasus tersebut diduga sudah berjalan sejak 2022. Nilai uang yang terkumpul disebut mencapai sekitar Rp 145 miliar. Penyidik menduga uang hasil pungutan itu kemudian dibagikan kepada sejumlah pihak di lingkungan imigrasi.

KPK juga menduga ada pembagian uang rutin setiap pekan. Dalam penyidikan sementara, Silmy Karim disebut diduga menerima aliran dana sekitar Rp100 juta per minggu saat menjabat Direktur Jenderal Imigrasi.

Dugaan Praktik Berjalan Bertahun-Tahun

Kasus ini berkaitan dengan pengurusan izin tinggal dan dokumen WNA. Beberapa layanan yang diduga menjadi objek pungutan ialah izin tinggal terbatas, perpanjangan izin, hingga alih status dokumen keimigrasian.

Penyidik menduga praktik tersebut berjalan secara terstruktur. Dana hasil pungutan disebut dikumpulkan melalui sejumlah perantara sebelum dibagikan ke beberapa pejabat.

KPK juga menemukan dugaan penggunaan kode khusus untuk menyamarkan pembagian uang. Salah satu kode yang muncul dalam penyidikan ialah istilah “malaikat” yang diduga merujuk pada penerima aliran dana.

Silmy Karim sendiri pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi pada 2023 hingga 2024. Setelah itu, ia diangkat menjadi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

OTT Bermula dari Kantor Imigrasi

Kasus ini mulai terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan pada awal Juni 2026 di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan sejumlah pejabat dan pegawai imigrasi. Pemeriksaan kemudian berkembang ke dugaan praktik pungutan dalam pengurusan dokumen WNA.

Dari hasil pengembangan kasus, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Beberapa di antaranya berasal dari Direktorat Izin Tinggal dan kantor imigrasi wilayah.

Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang asing, kendaraan mewah, dan logam mulia. KPK kini masih mendalami aliran dana dan pihak lain yang diduga ikut menerima uang hasil pemerasan tersebut.

Rumah Pribadi Disegel KPK

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, Silmy Karim langsung ditahan KPK. Tidak lama kemudian, penyidik mendatangi rumah pribadinya di Jakarta Selatan.

Rumah tersebut kemudian disegel untuk kepentingan penyidikan lanjutan. Penyidik juga melakukan penggeledahan guna mencari dokumen dan barang bukti tambahan.

Beberapa kendaraan di lokasi ikut dipasangi segel KPK. Langkah cepat itu membuat kasus ini semakin menjadi perhatian publik.

Banyak masyarakat menilai KPK mulai kembali agresif dalam menangani perkara besar. Apalagi, kasus tersebut muncul di tengah ramainya pengusutan dugaan korupsi MBG oleh Kejaksaan Agung.

Bersih-Bersih Pemerintahan

Munculnya dua kasus besar dalam waktu berdekatan membuat masyarakat mulai menyoroti pengawasan internal pemerintah. Publik mempertanyakan bagaimana dugaan praktik tersebut bisa berjalan selama bertahun-tahun.

Di media sosial, banyak warganet meminta agar pengusutan dilakukan secara menyeluruh. Mereka berharap kasus ini tidak berhenti pada pejabat lapangan saja.

Kasus yang menjerat Silmy Karim juga dinilai membuka dugaan praktik lama di sektor keimigrasian. Selama ini, pengurusan izin tinggal WNA memang kerap menjadi sorotan karena dianggap rawan pungutan liar.

Kini masyarakat menunggu langkah lanjutan dari KPK dan berharap seluruh pihak yang terlibat benar-benar diproses secara transparan agar kepercayaan terhadap penegakan hukum bisa kembali pulih.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Euforia Penentuan Juara! Persib Selangkah Lagi Ukir Sejarah

Pemuja.com – Atmosfer panas dipastikan menyelimuti Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sore ini. Persib Bandung akan menjalani laga pamungkas Super League 2025/2026...

Target Purbaya : Rupiah Kembali Rp15.000 per Dolar AS

Pemuja.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan rupiah kembali menguat ke level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Target itu disampaikan saat...

Related Articles

Tok! DPR Amerika Ketok Palu Hentikan Perang Iran

Pemuja.com – Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat akhirnya menyetujui resolusi untuk menghentikan...

Usai Divonis, Noel Peringatkan Prabowo Tentang “98 Jilid Dua”

Pemuja.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel, menyampaikan...

Eks Wamenaker Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara

Pemuja.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel,...

Dolar Hari Ini Tembus Rp18.000, Tapi Fundamental Ekonomi Masih Aman

Pemuja.com – Akhirnya yang dikhawatirkan sebagian masyarakat terjadi juga. Nilai tukar dolar...