Home Berita Kecelakaan Tabrakan Pesawat – Black Hawk, Bandara Kekurangan Tenaga?
BeritaInternasional

Kecelakaan Tabrakan Pesawat – Black Hawk, Bandara Kekurangan Tenaga?

Insiden tragis tabrakan pesawat - black hawk apakah karena kelalaian pihak bandara?

Share
Share

Pemuja.com – Penyebab insiden kecelakaan pesawat yang terjadi pada Rabu malam mulai terlihat satu persatu. Pesawat penumpang Bombardier CRJ700 yang dioperasikan oleh PSA Airlines, anak perusahaan American Airlines, tengah melaksanakan pendaratan di Bandara Nasional Reagan setelah lepas landas dari Wichita, Kansas. Namun, pesawat tersebut tiba-tiba bertabrakan di udara dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS, yang entah bagaimana berada pada jalur penerbangan yang sama.

Pesawat itu mengangkut 64 penumpang dan awak, sedangkan helikopter membawa tiga personel militer. Tragisnya, seluruh orang yang berada di kedua kendaraan tersebut dipastikan meninggal dunia, dengan total korban mencapai 67 orang. Kejadian ini tentu menambah kekhawatiran terkait keselamatan penerbangan, mengingat Bandara Nasional Reagan adalah salah satu bandara dengan lalu lintas udara yang sangat padat, baik dari pesawat sipil maupun militer.

Laporan awal dari Otoritas Penerbangan Federal (FAA) mengungkapkan adanya kekurangan personel di menara pengawas lalu lintas udara (ATC) pada saat kecelakaan terjadi. Penempatan staf yang tidak memadai tersebut terindikasi menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap insiden ini. Menurut laporan yang dikutip oleh New York Times dan dilansir AFP pada Jumat (31/1/2025), pengendali lalu lintas udara yang bertugas mengawasi helikopter-helikopter di sekitar bandara juga diberikan tugas tambahan untuk mengatur pesawat yang akan mendarat dan lepas landas. Padahal, tugas seperti itu seharusnya dikerjakan oleh dua pengendali, namun hanya satu yang melakukannya.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), melalui anggotanya Todd Inman, menegaskan bahwa mereka belum akan memutuskan penyebab pasti kecelakaan atau berspekulasi lebih lanjut hingga penyelidikan resmi selesai dilakukan. Meski demikian, banyak yang berharap agar penyebab insiden ini segera terungkap, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Hassan Shahidi, kepala eksekutif Flight Safety Foundation, menjelaskan kepada AFP bahwa meskipun banyak spekulasi yang beredar, penting untuk menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Pengendali lalu lintas udara memang sering kali harus menangani beberapa frekuensi komunikasi sesuai dengan tingkat lalu lintas udara yang ada, terutama pada malam hari ketika situasi cenderung lebih sepi.

Namun, kejadian tragis ini menunjukkan perlunya evaluasi dan penyesuaian dalam pengaturan personel agar insiden serupa tidak terulang kembali. Semoga penyebab pasti segera terungkap dan langkah-langkah perbaikan dapat diimplementasikan untuk memastikan keselamatan penerbangan di masa depan.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Spanyol Juara Piala Dunia 2026!

Pemuja.com – Hari yang akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola akhirnya menjadi milik Spanyol. Di hadapan puluhan ribu penonton yang memenuhi New York...

Inggris Sikat Prancis 6-4, Jadi Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Pemuja.com – Timnas Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. The Three Lions memastikan diri finis di posisi ketiga setelah...

Related Articles

Utang Kopdes Capai Rp240 Triliun, Purbaya Pastikan Cicilan Tepat Waktu

Pemuja.com – Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menanggung...

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Akses Dibatasi

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid III Dibacakan Hari Ini

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan membacakan putusan sidang praperadilan jilid...

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus 2026

Pemuja.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjadwalkan sidang perdana dua permohonan...