Pemuja.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan lima kekuatan ekonomi baru yang menjadi fokus dalam peta jalan transformasi ekonomi Indonesia.
Menurut AHY, untuk membawa ekonomi nasional lebih maju dan berkeadilan, pertumbuhan tidak boleh hanya berhenti pada angka statistik semata, melainkan harus dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat berbicara di Yudhoyono Dialogue Forum 2026 bertema “The New Economy, New Road to Prosperity” yang berlangsung di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2). Forum ini dihadiri tokoh pemerintahan, akademisi, serta pelaku usaha nasional.
AHY menegaskan bahwa Indonesia harus mampu mengubah model pertumbuhan ekonomi tradisional menjadi sebuah ekosistem pertumbuhan yang inklusif. Menciptakan kemakmuran yang nyata dan merata di seluruh penjuru negeri. Berikut lima pilar ekonomi baru yang diusungnya:
1. Infrastruktur Dasar & Keadilan
AHY menyatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya soal jalan dan jembatan, tetapi juga upaya menurunkan biaya logistik dan memastikan harga kebutuhan pokok menjadi terjangkau hingga pelosok. Pilar ini ditegaskan sebagai fondasi untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan ekonomi.
2. Perumahan Layak
Hunian yang terjangkau dianggap AHY sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi baru. Perumahan layak menjadi basis martabat hidup, sekaligus membuka peluang lapangan kerja dan produktivitas yang lebih tinggi.
3. Konektivitas Fisik & Digital
Pemanfaatan konektivitas yang kuat baik fisik melalui transportasi, maupun digital melalui akses internet — diharapkan membuka peluang bagi UMKM dan masyarakat daerah untuk terhubung ke pasar lebih luas. Hal ini juga mendorong pemerataan akses ekonomi dan digital di seluruh wilayah Indonesia.
4. Investasi pada Sumber Daya Manusia
AHY menekankan pentingnya pendidikan dan layanan kesehatan berkualitas sebagai modal utama bangsa untuk bersaing di era global. Investasi manusia ini dipandang sebagai kunci untuk memperkuat produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia.
5. Akselerasi Teknologi & Kecerdasan Buatan (AI)
Era digital memaksa Indonesia menempatkan teknologi sebagai salah satu pilar utama. AHY mengungkapkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pelayanan publik, industri, dan bisnis akan menjadi pendorong utama efisiensi dan inovasi, dengan catatan adanya regulasi adaptif dan penguatan talenta digital nasional.
AHY mengingatkan bahwa tantangan global, seperti disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik menuntut kebijakan yang terukur dan konkrit. “Kemakmuran adalah pengalaman hidup yang lebih baik bagi nelayan, buruh, hingga content creator muda,” tegasnya saat forum.
Agenda lima pilar ekonomi baru ini juga didukung tokoh-tokoh nasional lintas latar belakang, menunjukkan adanya sinergi dari berbagai pihak untuk mendorong transformasi ekonomi nasional ke arah yang lebih kuat dan inklusif.
Leave a comment