Home Berita KTT BoP Dimulai Hari Ini, Trump Akan Pimpin Pertemuan Perdana
BeritaBusinessInternasionalNasional

KTT BoP Dimulai Hari Ini, Trump Akan Pimpin Pertemuan Perdana

Share
Share

Pemuja.com – Konferensi Tingkat Tinggi (Summit) perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian berlangsung hari ini di Washington DC, Amerika Serikat.

Pertemuan tingkat tinggi yang diinisiasi oleh Presiden AS. Donald Trump ini fokus pada upaya penyelesaian konflik dan rekonstruksi di Jalur Gaza. serta konsolidasi gencatan senjata dan dukungan finansial internasional.

Trump dan BoP: Inisiatif Baru Menangani Krisis Gaza

BoP sendiri merupakan sebuah badan yang dibentuk oleh Pemerintahan Trump sebagai platform baru untuk menangani krisis konflik di Gaza.

Presiden Trump sebelumnya mengumumkan bahwa negara-negara anggota telah berkomitmen memberikan lebih dari US$ 5 miliar untuk bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza sebelum pertemuan resmi dimulai.

Dalam agenda hari ini, Trump dijadwalkan memimpin sesi sambutan pembukaan pertemuan sekaligus menjadi tuan rumah sekaligus peserta utama dalam diskusi tentang struktur organisasi, komitmen dana, dan rencana bagi pembentukan International Stabilisation Force untuk Gaza.

Beberapa Pemimpin Dunia Hadir di BoP

KTT BoP hari ini diperkirakan dihadiri oleh sejumlah kepala negara dan pemerintahan dunia. Berikut beberapa pemimpin yang hadir atau dipastikan ikut serta:

  • Prabowo Subianto
    Presiden Indonesia telah tiba di Washington DC dan akan menghadiri pertemuan ini. Kementerian luar negeri Indonesia menyebut langkah ini sebagai wujud komitmen negara terhadap perdamaian dan dukungan terhadap rekonstruksi Gaza.
  • Shehbaz Sharif
    Perdana Menteri Pakistan tiba di AS atas undangan Trump untuk menghadiri sesi perdana BoP dan ikut membahas isu penting Gaza.
  • Viktor Orbán
    Pemimpin Hungaria dipastikan hadir dalam pertemuan puncak ini, memberikan dukungan terhadap upaya perdamaian yang dicanangkan oleh BoP.

Selain itu, konferensi juga dihadiri delegasi dari negara-negara anggota BoP seperti Bahrain, Maroko, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, dan negara-negara lain yang menandatangani piagam pendirian dewan ini.

Namun, Benjamin Netanyahu dipastikan tidak hadir secara langsung di pertemuan ini. Israel hanya mengutus Menteri Luar Negeri serta sejumlah delegasi karena ketidakhadiran Netanyahu.

Polemik Indonesia Gabung BoP
Polemik Indonesia Gabung BoP

Agenda Utama: Perdamaian dan Rekonstruksi Gaza

KTT BoP perdana ini memiliki beberapa agenda utama yang akan dibahas oleh para pemimpin dunia, antara lain:

  • Penguatan dan konsolidasi gencatan senjata di Gaza
  • Mobilisasi dana bantuan pembangunan dan rekonstruksi
  • Perumusan struktur dan mandat operasional BoP sebagai forum internasional baru
  • Pembahasan kemungkinan pembentukan International Stabilisation Force (ISF) untuk Gaza

Para peserta konferensi diperkirakan akan membahas strategi jangka panjang untuk stabilisasi kawasan pasca-konflik. Fokus utamanya adalah bagaimana memastikan bantuan internasioanal efektif, bersinergi dengan upaya penghentian konflik, serta mendukung rehabilitasi yang berkelanjutan.

Reaksi Beragam Dalam Mengenai KTT BoP

Dalam pernyataan resmi perihal keikutsertaannya, Juru Bicara Board of Peace menyebut bahwa kegiatan ini akan bertindak sebagai forum multilateral baru yang diharapkan dapat mencapai apa yang belum dapat dilakukan oleh beberapa lembaga internasional selama konflik berlangsung.

Meskipun demikian, banyak detail agenda dan hasil pertemuan tetap dibahas secara internal dan belum dirilis ke publik.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Dr. Hidayat Nur Wahid, mengingatkan bahwa kehadiran Indonesia di BoP harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan hentikan perang yang menyebabkan genosida di Palestina, serta memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan implementasi solusi dua negara.

Di sisi lain, sejumlah kelompok masyarakat seperti Front Pembela Islam (FPI) juga menyuarakan kritik terhadap keterlibatan Indonesia dalam BoP.

Mereka menilai lembaga tersebut berpotensi menjadi instrumen kepentingan politik tertentu dan bukan murni agenda perdamaian.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Komdigi Buka Kembali Akses Grok AI di Indonesia

Pemuja.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka kembali akses Grok AI di Indonesia. Pembukaan dilakukan setelah layanan tersebut sempat diblokir sementara....

Prabowo Temui Tokoh-Tokoh Oposisi di Kertanegara

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup pada Jumat malam, 30 Januari 2026. Pertemuan berlangsung di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta...

Related Articles

Kenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini, Edukasi dari Eka Hospital

Pemuja.com – Serangan jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia....

Program MBG Diperluas Lewat SPPG Polri, Muncul Kritik Tajam Publik

Pemuja.com – Pemerintah terus memperluas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan...

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.300 Triliun Di Kuartal IV-2025

Pemuja.com – Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia...

YouTube Sempat Down Global Pagi Ini, Ini Penyebabnya

Pemuja.com – Layanan video streaming terbesar dunia, YouTube, mengalami gangguan besar secara...