Pemuja.com – Harga plastik global naik tajam dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini terjadi karena gangguan pasokan dan meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.
Laporan dari Reuters menyebut harga polyethylene (PE) dan polypropylene (PP) mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun.
Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama kenaikan harga. Gangguan terjadi di jalur distribusi energi penting seperti Selat Hormuz. Jalur ini merupakan rute utama pengiriman minyak dan bahan petrokimia dunia.
Reuters melaporkan kawasan tersebut menyumbang lebih dari 40% ekspor polyethylene global. Ketika pasokan terganggu, harga langsung melonjak di pasar internasional.
Harga Energi Ikut Mendorong Kenaikan
Plastik merupakan produk turunan minyak bumi. Karena itu, kenaikan harga minyak langsung berdampak pada biaya produksi.
Data menunjukkan harga minyak dunia naik signifikan sejak konflik meningkat. Kondisi ini membuat biaya bahan baku plastik ikut melonjak.
Pasokan Plastik Terbatas, Harga Naik
Gangguan logistik global juga memperparah kondisi. Distribusi bahan baku seperti resin dan nafta menjadi lebih lambat.
Di Indonesia, harga bahan baku plastik dilaporkan naik dari sekitar 1.100 dolar AS per ton menjadi 1.400 dolar AS. Bahkan, harga diperkirakan bisa terus meningkat jika pasokan belum pulih.

Pemerintah angkat Bicara
Pemerintah Indonesia merespons lonjakan harga plastik dengan mencari alternatif pasokan bahan baku dari luar negeri serta menjaga stabilitas distribusi dalam negeri.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan bahwa kenaikan ini dipicu gangguan impor dari Timur Tengah akibat konflik global, sehingga pemerintah mulai menjajaki sumber baru dari Afrika, India, hingga Amerika Serikat.
Ia menegaskan, “Kita sekarang mencari alternatif pengganti dari negara lain… memang ini butuh waktu” sebagai langkah menjaga pasokan dan menstabilkan harga di pasar domestik.
Dampak ke Industri dan Konsumen Plastik
Kenaikan harga plastik berdampak langsung ke berbagai industri. Sektor kemasan, makanan, dan otomotif menjadi yang paling terdampak.
Biaya produksi yang meningkat bisa mendorong kenaikan harga produk di pasar. Hal ini berpotensi menambah tekanan inflasi dalam beberapa bulan ke depan.
Industri Plastik Mulai Beradaptasi
Pelaku industri mulai mengambil langkah untuk bertahan. Beberapa perusahaan menahan distribusi dan memprioritaskan kontrak jangka panjang.
Jika konflik belum mereda, harga plastik diperkirakan akan terus naik. Pasokan yang terbatas dan permintaan tinggi menjadi faktor utamanya.
Leave a comment