Home Berita Viral Motor Listrik SPPG, Menambah Polemik di Tengah Masyarakat
BeritaNasional

Viral Motor Listrik SPPG, Menambah Polemik di Tengah Masyarakat

Share
Motor Listrik SPPG
Motor Listrik SPPG
Share

Pemuja.com – Beredar di sosial media adanya kendaraan bermotor yang disebut-sebut telah datang untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam video yang viral, tampak deretan motor listrik dalam jumlah besar, memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Narasi yang berkembang bahkan menyebut jumlahnya mencapai 70 ribu unit dan akan diberikan kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Angka tersebut langsung menuai perhatian, terutama karena dinilai sangat besar dan berkaitan dengan penggunaan anggaran negara yang saat ini tengah mengalami pengetatan.

Dihantui Berbagai Persoalan

Program MBG yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi nasional justru masih menghadapi berbagai kendala serius. Mulai dari adanya kasus keracunan makanan di sejumlah daerah, hingga temuan proses distribusi yang dinilai belum memenuhi standar kebersihan.

Tidak hanya itu, isu pengurangan biaya makanan per ompreng juga ikut mencuat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas makanan yang diterima para siswa.

Di sisi lain, ribuan SPPG dikabarkan harus ditangguhkan operasionalnya. Kondisi ini semakin mempertegas bahwa program tersebut masih jauh dari kata stabil. Dalam situasi seperti ini, kemunculan pengadaan kendaraan baru justru memunculkan tanda tanya besar.

Tanggapan BGN

Menanggapi kabar yang beredar, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi. Jumlah motor listrik yang disiapkan disebut bukan 70 ribu unit, melainkan sekitar 25 ribu unit.

Kendaraan tersebut diklaim akan digunakan untuk mendukung operasional kepala SPPG, terutama dalam melakukan pengawasan dan mobilitas distribusi makanan. Namun, penjelasan ini belum sepenuhnya meredakan kritik.

Prioritas Anggaran Dipertanyakan

Di tengah berbagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan, munculnya pengadaan motor listrik justru dianggap tidak tepat sasaran oleh sebagian masyarakat.

Alih-alih memperbaiki kualitas makanan, sistem distribusi, dan standar kebersihan, anggaran justru dialokasikan untuk kendaraan operasional dalam jumlah besar.

Pertanyaan pun mengemuka, tidak sedikit yang menyebut, program “super power” ini justru terlihat besar di atas kertas, namun masih rapuh dalam pelaksanaan. Dan apakah penambahan motor listrik menjadi kebutuhan mendesak? Ataukah justru memperlihatkan ketidaktepatan prioritas dalam pengelolaan program?

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Akses Dibatasi

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Rabu (5/8), luas area yang terdampak...

Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid III Dibacakan Hari Ini

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan membacakan putusan sidang praperadilan jilid III yang diajukan Roy Suryo pada Kamis (6/8/2026). Mantan Menteri Pemuda...

Related Articles

Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp3,5 Miliar, Denny Sudah Hubungi Mantan Kampus Sang Wapres

Pemuja.com – Persoalan ijazah kembali menyeret keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo....

72 Tersangka Karhutla di 9 Polda, Polisi : Buka Lahan untuk Sawit

Pemuja.com – Polri menetapkan 72 orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Prabowo ke Riau, Tinjau Langsung Penanganan Karhutla

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Senin...

Prabowo Pimpin Ratas, Fokus Karhutla Kalimantan & Gempa NTT

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di kediamannya di...