Pemuja.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel, menyampaikan peringatan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait potensi gejolak politik yang menurutnya dapat terjadi dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan Noel usai menerima vonis 4 tahun 6 bulan penjara dalam kasus gratifikasi dan suap pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
Dalam keterangannya kepada media, Noel mengaku melihat adanya eskalasi politik yang berpotensi mengarah pada upaya menggulingkan pemerintahan. Ia bahkan mengaitkan potensi situasi tersebut dengan peristiwa yang pernah terjadi pada 1998.

Singgung Kemungkinan “Tragedi 98 Jilid Dua”
Noel menilai pemerintah perlu mengantisipasi berbagai dinamika politik yang berkembang agar tidak memicu ketegangan sosial maupun instabilitas nasional. Menurutnya, situasi politik dan kondisi ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian serius pemerintah.
“Saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar. Ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo,” ujarnya.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan publik karena Noel pernah berada di lingkaran pemerintahan sebelumnya. Ia menilai konsolidasi dari berbagai kelompok masyarakat disebut sudah mulai terbentuk.
“Konsolidasi ini sudah matang, baik konsolidasi sipil, konsolidasi mahasiswa, konsolidasi buruh dan semuanya. Tinggal satu pemicu, dan 98 jilid dua akan terjadi tidak lama lagi,” ucapnya.
Karena itu, Noel meminta Presiden Prabowo lebih peka terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kondisi ekonomi rakyat. Ia menilai keresahan publik tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi gejolak yang lebih besar jika tidak segera direspons pemerintah.
Tetap Terima Vonis Pengadilan
Sebelumnya, selain pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan, Noel juga dijatuhi denda Rp200 juta serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp3,43 miliar.
Usai putusan dibacakan, Noel menyatakan menerima vonis tersebut. Ia menyebut hukuman yang dijatuhkan merupakan konsekuensi atas perbuatannya dan mengaku tidak akan menghindari tanggung jawab hukum. Noel juga menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo, masyarakat Indonesia, serta kalangan buruh yang selama ini menjadi bagian dari perjuangannya.

Soroti Pentingnya Menjaga Stabilitas Nasional
Meski tengah menghadapi proses hukum, Noel menegaskan bahwa peringatannya terkait potensi gejolak politik merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa. Ia berharap pemerintah dapat membaca perkembangan situasi secara cermat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nasional.
Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait pandangan Noel mengenai kemungkinan adanya upaya penggulingan pemerintahan maupun skenario yang ia sebut sebagai “Tragedi 98 jilid dua”.
Leave a comment