Home Berita Usai Divonis, Noel Peringatkan Prabowo Tentang “98 Jilid Dua”
BeritaKriminalNasional

Usai Divonis, Noel Peringatkan Prabowo Tentang “98 Jilid Dua”

Share
Noel
Share

Pemuja.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel, menyampaikan peringatan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait potensi gejolak politik yang menurutnya dapat terjadi dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Noel usai menerima vonis 4 tahun 6 bulan penjara dalam kasus gratifikasi dan suap pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Dalam keterangannya kepada media, Noel mengaku melihat adanya eskalasi politik yang berpotensi mengarah pada upaya menggulingkan pemerintahan. Ia bahkan mengaitkan potensi situasi tersebut dengan peristiwa yang pernah terjadi pada 1998.

Singgung Kemungkinan “Tragedi 98 Jilid Dua”

Noel menilai pemerintah perlu mengantisipasi berbagai dinamika politik yang berkembang agar tidak memicu ketegangan sosial maupun instabilitas nasional. Menurutnya, berbagai pihak harus mengedepankan dialog dan menjaga stabilitas politik demi menghindari konflik yang lebih besar.

Ia menyebut potensi gejolak tersebut dapat berkembang apabila berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat tidak ditangani secara tepat. Karena itu, Noel meminta Presiden Prabowo untuk mewaspadai pihak-pihak yang dinilai berupaya menciptakan ketidakstabilan politik.

Tetap Terima Vonis Pengadilan

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara kepada Noel setelah dinyatakan terbukti menerima gratifikasi terkait pengurusan sertifikat K3. Selain pidana penjara, ia juga dijatuhi denda Rp200 juta serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp3,43 miliar.

Usai putusan dibacakan, Noel menyatakan menerima vonis tersebut. Ia menyebut hukuman yang dijatuhkan merupakan konsekuensi atas perbuatannya dan mengaku tidak akan menghindari tanggung jawab hukum. Noel juga menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo, masyarakat Indonesia, serta kalangan buruh yang selama ini menjadi bagian dari perjuangannya.

Noel

Soroti Pentingnya Menjaga Stabilitas Nasional

Meski tengah menghadapi proses hukum, Noel menegaskan bahwa peringatannya terkait potensi gejolak politik merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa. Ia berharap pemerintah dapat membaca perkembangan situasi secara cermat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nasional.

Pernyataan Noel tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap kasus yang menjeratnya. Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait pandangan Noel mengenai kemungkinan adanya upaya penggulingan pemerintahan maupun skenario yang ia sebut sebagai “Tragedi 98 jilid dua”.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Menlu RI Kutuk Keras Israel atas Dugaan Penyiksaan 9 WNI

Pemuja.com – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengutuk keras tindakan militer Israel yang diduga menyiksa sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan...

Amnesty: “Antek Asing” Dipakai untuk Bungkam Kritik Indonesia

Pemuja.com – Lembaga hak asasi manusia internasional, Amnesty International, menuding adanya penggunaan kampanye disinformasi untuk melabeli para pengkritik pemerintah Indonesia sebagai “antek asing”...

Related Articles

Eks Wamenaker Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara

Pemuja.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel,...

Dolar Hari Ini Tembus Rp18.000, Tapi Fundamental Ekonomi Masih Aman

Pemuja.com – Akhirnya yang dikhawatirkan sebagian masyarakat terjadi juga. Nilai tukar dolar...

BGN Tetap Buat Acara Saat Diguncang Kasus dan Penangkapan 3 Eks Pimpinannya

Pemuja.com – Pekan ini, pemberitaan mengenai Badan Gizi Nasional (BGN) dan Program...

Iran Gempur Kuwait, 1 Orang Tewas dan 63 Terluka

Pemuja.com – Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Kuwait pada Rabu...