Home Berita Ganti Kepala BGN, Nanik Terapkan Rencana Dapur MBG Baru
BeritaNasional

Ganti Kepala BGN, Nanik Terapkan Rencana Dapur MBG Baru

Share
Share

Pemuja.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan kebijakan baru berupa moratorium sementara pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru. Kebijakan ini muncul setelah pergantian kepemimpinan di tubuh BGN yang kini dipimpin oleh Nanik S. Deyang.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya penataan program sekaligus meningkatkan efektivitas penyaluran manfaat MBG kepada masyarakat. Alih-alih memperbanyak pembangunan dapur baru, BGN memilih fokus pada pemerataan penerima manfaat hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Moratorium Sementara Pembangunan Dapur Baru

Dalam materi sosialisasi kebijakan terbaru BGN, pembangunan dapur MBG atau SPPG baru dihentikan sementara. Moratorium ini dilakukan sembari BGN melakukan evaluasi terhadap jaringan dapur yang sudah beroperasi di berbagai daerah.

Saat ini, lebih dari 27 ribu dapur MBG telah beroperasi. BGN menilai perlu dilakukan penataan dan evaluasi menyeluruh sebelum membuka pembangunan fasilitas baru.

Fokus Pemerataan Penerima Manfaat

Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan bahwa tujuan utama program MBG adalah memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan manfaat program tersebut, bukan sekadar memperbanyak jumlah dapur.

Menurutnya, pemerataan harus dilihat dari sisi penerima manfaat. Jika jumlah dapur terus bertambah tanpa perencanaan yang tepat, maka efisiensi program bisa terganggu.

“Pokoknya intinya pemerataan dalam arti bukan pemerataan dapurnya, tapi pemerataan semua anak-anak harus dapat. Kalau banyak dapur kan tidak efisien,” ujar Nanik dalam materi kebijakan yang dipublikasikan BGN.

Penyesuaian Berdasarkan Kebutuhan Daerah

BGN juga menilai kebutuhan dapur MBG di setiap daerah berbeda-beda. Tidak semua kecamatan membutuhkan jumlah SPPG yang sama.

Sebagai contoh, terdapat kecamatan yang dinilai cukup dilayani oleh sekitar enam dapur sehingga pembangunan tambahan dianggap belum menjadi prioritas. Pendekatan ini dilakukan agar distribusi layanan lebih tepat sasaran dan tidak terjadi penumpukan fasilitas di wilayah tertentu.

Anggaran Dipangkas, Efisiensi Jadi Prioritas

Kebijakan moratorium juga berkaitan dengan langkah efisiensi anggaran pemerintah. Anggaran Program MBG disebut telah disesuaikan menjadi sekitar Rp268 triliun.

Meski demikian, BGN memastikan penghematan tidak akan mengurangi jumlah penerima manfaat. Sebaliknya, efisiensi diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan memperluas jangkauan layanan.

Benahi Dapur yang Sudah Beroperasi

Selain menghentikan sementara pembangunan baru, BGN akan memfokuskan perhatian pada peningkatan standar dapur yang telah berjalan. Langkah tersebut meliputi perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan standar operasional.

Dapur yang tidak memenuhi ketentuan dan standar yang telah ditetapkan berpotensi dikenakan sanksi hingga penghentian operasional sementara.

Prioritaskan Wilayah 3T

Salah satu fokus utama kepemimpinan baru BGN adalah memperluas akses Program MBG ke wilayah 3T yang selama ini dinilai belum terjangkau secara optimal.

BGN menilai saat ini sebagian dapur masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan dan wilayah aglomerasi. Karena itu, perlu dilakukan redistribusi dan perluasan layanan agar manfaat program dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto juga disebut meminta agar perluasan program lebih diarahkan ke daerah-daerah yang masih minim akses layanan gizi.

Skema Khusus untuk Daerah Terpencil

Untuk mendukung pelaksanaan MBG di wilayah 3T, BGN menyiapkan sejumlah skema alternatif yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan infrastruktur daerah setempat.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan manfaat program tanpa menimbulkan beban tambahan yang besar terhadap anggaran negara.

Inti Kebijakan Baru BGN

Melalui kebijakan moratorium pembangunan dapur baru, BGN di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang menegaskan arah baru Program Makan Bergizi Gratis. Fokus utama kini bergeser dari pembangunan infrastruktur menuju pemerataan penerima manfaat, peningkatan kualitas layanan, efisiensi anggaran, serta percepatan perluasan program ke wilayah 3T agar seluruh anak Indonesia dapat menikmati manfaat MBG secara setara.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Dirut PLN Buka Suara tentang Mati Listrik Massal di Sumatra

Pemuja.com – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat usai terjadinya pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah Sumatra...

Euforia Penentuan Juara! Persib Selangkah Lagi Ukir Sejarah

Pemuja.com – Atmosfer panas dipastikan menyelimuti Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sore ini. Persib Bandung akan menjalani laga pamungkas Super League 2025/2026...

Related Articles

Setelah Kejagung Usut Kasus MBG, Kini KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Imigrasi

Pemuja.com – Program MBG bukan lagi satu-satunya kasus yang menyita perhatian publik....

Tok! DPR Amerika Ketok Palu Hentikan Perang Iran

Pemuja.com – Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat akhirnya menyetujui resolusi untuk menghentikan...

Usai Divonis, Noel Peringatkan Prabowo Tentang “98 Jilid Dua”

Pemuja.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel, menyampaikan...

Eks Wamenaker Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara

Pemuja.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel,...