Home Berita Materi Pencegahan LGBTQ Segera Masuk Pelajaran Agama
BeritaNasional

Materi Pencegahan LGBTQ Segera Masuk Pelajaran Agama

Share
Share

Pemuja.com – Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan materi edukasi pencegahan penyebaran budaya LGBTQ rampung pada Agustus 2026.

Materi tersebut akan dimasukkan ke dalam pelajaran agama melalui mekanisme insersi. Artinya, pemerintah tidak akan membuat mata pelajaran baru.

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i mengatakan penyusunan materi sudah memasuki tahap akhir. Kemenag menggandeng akademisi dan pakar pendidikan. Tokoh lintas agama juga ikut dilibatkan. Langkah ini dilakukan agar materi memiliki dasar akademik dan sesuai dengan nilai keagamaan.

Mulai Diterapkan Tahun Ajaran Ini

Kemenag menargetkan materi mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027. Sasarannya adalah siswa kelas IV SD hingga jenjang SMP dan SMA. Penerapan dilakukan di satuan pendidikan keagamaan.

Romo menegaskan materi tersebut tidak membahas praktik LGBTQ secara rinci. Fokus utamanya adalah memberikan edukasi kepada peserta didik. Materi juga bertujuan membekali siswa agar mampu menyikapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat.

Tindak Lanjut Perpres Pertahanan Negara

Penyusunan materi merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025. Peraturan itu mengatur Kebijakan Umum Pertahanan Negara.

Dalam regulasi tersebut, penyebaran budaya LGBTQ masuk kategori ancaman nonmiliter. Karena itu, pemerintah menilai perlu ada langkah pencegahan. Salah satunya melalui sektor pendidikan.

Selain melalui kurikulum, pemerintah akan memperluas edukasi di masyarakat. Penyuluh agama akan ikut dilibatkan. Materi juga akan disampaikan melalui pengajian, khutbah, dan forum keagamaan lainnya.

Koordinasi dengan Sejumlah Kementerian

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan kebijakan ini akan dijalankan secara terpadu. Pemerintah akan memperkuat koordinasi antarkementerian.

Koordinasi melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi.

Kementerian Sosial dan lembaga terkait juga akan dilibatkan. Tujuannya agar penerapan materi berjalan seragam di berbagai jenjang pendidikan.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Kasus Tanah Summarecon Memanas, Nusron Dua Kali Absen, Uang Hercules Disita KPK

Pemuja.com – Ada yang menarik dari perkembangan kasus dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa...

IHSG Ambruk 11 Persen, Ada Apa dengan Pasar Modal Indonesia?

Pemuja.com – Hari kelam dialami pasar saham Indonesia pada Jumat, 16 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 11,4 persen....

Related Articles

Bitcoin Anjlok ke US$78 Ribu Usai Binance Diretas Rp100 Triliun

Pemuja.com – Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam hingga menyentuh kisaran US$78.000...

BNPB : Titik Karhutla Papua Selatan Menurun 78%

Pemuja.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca...

Mengejutkan! Netanyahu Gagal Raih Mayoritas di Pemilu Israel

Pemuja.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tantangan politik setelah koalisi...

KPK Usut Dugaan Kickback Vendor kepada Oknum BNPB

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan pemberian imbal balik atau...