Home Berita Kadis PUPR Sumut Ditangkap KPK, Bobby Angkat Bicara
BeritaNasional

Kadis PUPR Sumut Ditangkap KPK, Bobby Angkat Bicara

Share
KADIS PUPR Ditangkap KPK
Share

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap praktik korupsi di lingkungan pemerintah daerah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 26 Juni 2025. Ia diduga menerima suap terkait pengaturan proyek pembangunan jalan senilai total Rp231,8 miliar.

Skema Suap dan Proyek yang Diatur Kadis PUPR

Menurut KPK, proyek yang menjadi objek korupsi meliputi pembangunan Jalan Sipiongot–Batas Labusel dan Jalan Hutaimbaru–Sipiongot.

Nilai kedua proyek ini mencapai Rp157,8 miliar, dan diduga telah diatur sedemikian rupa agar dimenangkan oleh perusahaan tertentu tanpa melalui proses lelang resmi.

Topan disebut memerintahkan bawahannya, Rasuli Efendi Siregar, untuk menunjuk PT DNG dan PT RN sebagai pelaksana proyek.

Sebagai imbalan, para kontraktor diduga menyetor uang suap dengan komitmen fee sebesar 10–20 persen dari nilai proyek.

Total uang pelicin yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp46 miliar, dengan Rp8 miliar di antaranya dialokasikan untuk Topan secara bertahap.

Penangkapan Kadis PUPR Sumut dan Barang Bukti

OTT dilakukan di Mandailing Natal setelah KPK memantau pergerakan uang tunai sebesar Rp2 miliar yang ditarik oleh pihak swasta.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan lima orang dan menyita uang tunai Rp231 juta sebagai barang bukti awal.

Respons Bobby Nasution: “Kami Hormati Proses Hukum”

Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menyatakan keprihatinannya atas kasus yang menimpa kadis PUPR Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa ini adalah kepala OPD ketiga di bawah kepemimpinannya yang terjerat kasus korupsi.

“Kami sangat menyayangkan. Tapi kami juga menghargai proses hukum yang dilakukan KPK,” ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut.

Bobby juga menyatakan kesiapannya untuk diperiksa jika diperlukan. “Kalau ada aliran dana ke jajaran, baik ke bawah maupun ke atas, wajib dijelaskan. Kami bersikap kooperatif,” tegasnya.

Sorotan Publik dan Isu Kedekatan Politik

Penangkapan Topan memunculkan kembali isu kedekatannya dengan Bobby sejak Pilkada Medan 2020. Meski belum ada bukti keterlibatan langsung, sejumlah aktivis antikorupsi mendesak agar KPK menelusuri lebih jauh dugaan aliran dana dan konflik kepentingan dalam pengangkatan pejabat strategis.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Refleksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Antara Janji, Capaian, dan Suara Rakyat

Pemuja.com – Esok, Tanggal 20 Oktober menandai dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian...

IHSG Anjlok Lagi ke Level 4.900-an, Efek MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks saham Indonesia itu merosot ke level 4.900-an...

Related Articles

Panglima TNI Ungkap Alasan Kerahkan 20.980 Prajurit ke Jakarta

Pemuja.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto akhirnya mengungkap alasan pengerahan 20.980...

Como Menggila! Bantai Lens 9-1 di Liga Champions

Pemuja.com – Luar biasa! Como 1907 semakin mengguncang sepak bola Eropa. Setelah...

SBY Resah Politik Indonesia Makin Liar, Singgung Konflik Elite

Pemuja.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan keresahannya...

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah Jadi Senat Muslim Pertama AS

Pemuja.com – Sejarah baru tercipta dalam politik Amerika Serikat. Abdul El-Sayed berhasil...