Home Berita Lika-Liku Rencana Kenaikan tarif TransJakarta
BeritaNasional

Lika-Liku Rencana Kenaikan tarif TransJakarta

Share
Share

Pemuja.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memfinalisasi rencana kenaikan tarif TransJakarta sebagai bagian dari penyesuaian fiskal daerah.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kebijakan ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak memberatkan masyarakat, terutama kelompok penerima subsidi yang selama ini menikmati layanan gratis.

Alasan Kenaikan Tarif TransJakarta

Gubernur Pramono menjelaskan bahwa subsidi per tiket TransJakarta saat ini mencapai Rp9.700, sementara tarif yang berlaku hanya Rp3.500.

Dengan adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat, beban subsidi menjadi terlalu berat bagi anggaran daerah. Oleh karena itu, tarif TransJakarta direncanakan naik menjadi Rp5.000 hingga Rp7.000.

Kelompok Warga Tetap Gratis

Meski ada kenaikan tarif, 15 golongan masyarakat tetap akan menikmati layanan TransJakarta secara gratis. Kelompok ini mencakup lansia, penyandang disabilitas, pelajar, veteran, dan beberapa kategori penerima bantuan sosial.

Pemprov DKI menegaskan bahwa subsidi untuk kelompok ini tetap dipertahankan demi menjaga aksesibilitas transportasi publik.

Perbaikan Sistem dan Layanan TransJakarta

Selain penyesuaian tarif, Gubernur Pramono juga menginstruksikan PT Transportasi Jakarta untuk memperbaiki sistem pembayaran tap-in tap-out yang kerap mengalami gangguan.

Banyak pengguna melaporkan pemotongan saldo ganda akibat error pada mesin pembayaran. Pramono menekankan pentingnya profesionalisme pengemudi Mikrotrans dan peningkatan kualitas layanan sebagai kompensasi atas kenaikan tarif.

TransJakarta

Respons Publik dan Pro-Kontra

Rencana kenaikan tarif ini memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian warga menyatakan keberatan, terutama pengguna harian dari daerah penyangga seperti Tangerang.

Mereka berharap ada kerja sama subsidi lintas wilayah agar beban tidak hanya ditanggung Pemprov DKI. Di sisi lain, beberapa pihak memahami bahwa penyesuaian tarif diperlukan setelah 20 tahun tanpa kenaikan.

Kebijakan ini menjadi ujian bagi kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dalam menyeimbangkan kebutuhan fiskal dan pelayanan publik.

Kenaikan tarif TransJakarta diharapkan dapat memperkuat sistem transportasi Jakarta, namun tetap harus diiringi dengan komitmen terhadap inklusivitas dan efisiensi layanan

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prabowo Bertemu Raja Charles III Bahas Konservasi Gajah

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu Raja Charles III di Lancaster House, London, Inggris. Pertemuan tersebut membahas kerja sama lingkungan, dengan...

Dua Korban Pesawat ATR Ditemukan, Pencarian Masih Berlanjut

Pemuja.com – Tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi...

Related Articles

Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir pada acara Pengukuhan dan...

BPJS “Kurang Mampu” Mendadak Tidak Aktif, Kok Bisa?

Pemuja.com – Sejumlah peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) melaporkan...

Pandji Datangi Polda Metro Jaya Terkait Laporan “Mens Rea”

Pemuja.com – Komika Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan klarifikasi Polda Metro Jaya pada...

Prabowo Terima Kunjungan PM Australia di Jakarta

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri...