Home Berita UIM resmi memecat dosen yang meludahi kasir swalayan
BeritaNasional

UIM resmi memecat dosen yang meludahi kasir swalayan

Share
Share

Pemuja.com – Universitas Islam Makassar (UIM) resmi memecat dosen yang meludahi kasir swalayan di Makassar.

Pihak kampus menegaskan tidak ada toleransi terhadap tindakan yang mencoreng etika dan martabat akademisi.

Kronologi Tindakan Tak Terpuji Mantan Dosen UIM

Kasus ini bermula ketika seorang dosen bernama Amal Said meludahi kasir swalayan berinisial N (21) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Insiden terjadi setelah dirinya ditegur karena menerobos antrean. Aksi tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu kecaman luas dari masyarakat.

Keputusan UIM Yang Tegas

Setelah melakukan pemeriksaan melalui Komisi Disiplin, Universitas Islam Makassar memutuskan untuk memberhentikan Amal Said dari jabatannya sebagai dosen pembantu.

Rektor UIM, Muammar Bakry, menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar kode etik dosen dan tidak bisa ditoleransi.

“Memberhentikan yang bersangkutan sebagai dosen UIM dan dikembalikan ke LLDikti Wilayah IX sebagai dosen negeri. Tindakan ini jelas melanggar kode etik dan tidak ada toleransi bagi perilaku yang mencoreng nama baik kampus,” ujar Muammar Bakry dalam konferensi pers.

Status ASN Amal Said

Amal Said diketahui merupakan dosen ASN di lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX yang diperbantukan di UIM. Setelah pemecatan, statusnya dikembalikan ke instansi asal untuk proses lebih lanjut.

“Sebagaimana yang telah viral, bahwa salah seorang oknum dosen berinisial Dr Ir AS yang meludahi salah seorang karyawan di salah satu toko swalayan, berikut kami konfirmasi bahwa benar yang bersangkutan adalah dosen ASN LLDikti Wilayah IX yang diperbantukan di Universitas Islam Makassar Al Gazali,” jelas Rektor UIM.

Pernyataan Tegas Kampus

UIM menegaskan bahwa kampus tidak akan menoleransi tindakan yang merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik institusi pendidikan. Pemecatan ini menjadi bukti komitmen kampus dalam menjaga integritas akademisi.

“Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan yang tidak manusiawi. Kampus harus menjadi teladan, bukan justru melukai masyarakat,” tegas Muammar Bakry.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa dosen sebagai pendidik harus menjaga perilaku dan etika di ruang publik.

UIM berharap langkah tegas ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh civitas akademika untuk selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan profesionalisme.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Penjualan Honda Nyungsep, Sejumlah Dealer Mulai Tumbang

Pemuja.com – Penjualan mobil Honda di Indonesia tengah mengalami penurunan signifikan, bahkan disebut-sebut separah masa pandemi. Kondisi ini menjadi sinyal serius bagi pabrikan...

Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Terima Penghargaan Dari PBB

Pemuja.com – Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian dunia dilaporkan gugur saat menjalankan tugas di Lebanon. Mereka merupakan...

Related Articles

Harga BBM Non Subsidi Resmi Naik, Ini Daftarnya

Pemuja.com – PT Pertamina resmi menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM)...

Bahlil Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi, Kapan?

Pemuja.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan...

Menatap Semifinal Liga Champions 2026, 4 Tim Siap Tempur

Pemuja.com – Empat tim memastikan langkah ke semifinal Liga Champions 2025/2026. Tanpa...

Empat Besar Liga Champions Terbentuk, Siapa Saja Yang Lolos?

Pemuja.com – Babak gugur selalu menyajikan cerita berbeda. Tekanan tinggi, tempo cepat,...