Home Berita Tunjukkan Empati, Istana Dukung Tahun Baru Tanpa Kembang Api
BeritaNasional

Tunjukkan Empati, Istana Dukung Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Share
Mensesneg Prasetyo Hadi
Share

Pemuja.com – Istana menyatakan dukungan penuh terhadap perayaan Tahun Baru 2026 tanpa pesta kembang api, sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana dan kesulitan.

Perayaan Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Keputusan untuk meniadakan pesta kembang api dalam perayaan pergantian tahun kali ini muncul dari pertimbangan sosial dan lingkungan.

Pemerintah menilai bahwa pesta kembang api, meski meriah, sering menimbulkan polusi udara dan suara, serta kurang sesuai dengan suasana duka yang masih dirasakan sebagian masyarakat akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

Sebagai gantinya, perayaan akan difokuskan pada pertunjukan cahaya, konser musik, doa bersama lintas agama, dan kegiatan budaya yang lebih sederhana namun tetap bermakna. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana reflektif sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.

Pernyataan Resmi Istana Tentang Tahun Baru

Istana melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa keputusan sejumlah daerah untuk meniadakan kembang api adalah langkah tepat. Ia menegaskan:

“Ya saya kira itu sangat tepat. Hal tersebut merupakan bentuk menunjukkan solidaritas dan empati kepada para korban terdampak bencana di sejumlah wilayah”

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah pusat mendukung penuh kebijakan daerah yang memilih jalur empati dan kepedulian sosial dalam perayaan tahun baru.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, juga menegaskan bahwa pesta kembang api di ibu kota tidak akan digelar. Ia menyatakan:

“Kalau tahun baru sudah automatically. Cuma Pak Gubernur mengatakan, tahun ini kita tidak ada (perayaan) kembang api.”

Menurutnya, keputusan ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Sumatera yang terkena bencana banjir dan longsor.

Dukungan dari BUMN dan Swasta

Selain pemerintah, pihak swasta juga ikut mendukung kebijakan ini. Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, menyampaikan bahwa perayaan di kawasan Sarinah akan dilakukan lebih sederhana:

“Sejumlah agenda yang semula dirancang besar kami sesuaikan menjadi lebih sederhana dan bermakna, dengan harapan dapat menunjukkan solidaritas kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.”

Dengan adanya dukungan dari Istana, pemerintah daerah, dan pihak swasta, perayaan Tahun Baru 2026 akan menjadi momentum bersejarah, sebuah perayaan tanpa kembang api yang menekankan empati, solidaritas, dan kepedulian sosial.

Langkah ini diharapkan menjadi simbol bahwa kebersamaan dan kepedulian lebih penting daripada kemeriahan sesaat.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Spanyol Juara Piala Dunia 2026!

Pemuja.com – Hari yang akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola akhirnya menjadi milik Spanyol. Di hadapan puluhan ribu penonton yang memenuhi New York...

Inggris Sikat Prancis 6-4, Jadi Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Pemuja.com – Timnas Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. The Three Lions memastikan diri finis di posisi ketiga setelah...

Related Articles

Utang Kopdes Capai Rp240 Triliun, Purbaya Pastikan Cicilan Tepat Waktu

Pemuja.com – Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menanggung...

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Akses Dibatasi

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid III Dibacakan Hari Ini

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan membacakan putusan sidang praperadilan jilid...

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus 2026

Pemuja.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjadwalkan sidang perdana dua permohonan...