Pemuja.com – Sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, dan melibatkan siswa dari empat sekolah.
Para siswa yang terdampak berasal dari SMA 91 serta tiga sekolah dasar, yakni SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09. Seluruh korban saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, termasuk RSKD Duren Sawit, RS Islam Pondok Kopi, dan RS Harum.
Gejala Serupa Dialami Korban
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa mayoritas siswa mengalami gejala yang hampir sama.
Gejala yang muncul antara lain demam, mual, muntah, hingga diare. Meski demikian, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik dan dalam tahap pemulihan.
Pramono mengatakan dirinya turun langsung untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Saya ingin memastikan anak-anak yang menjadi korban segera tertangani dengan baik,” ujarnya saat meninjau lokasi perawatan.
Dugaan Penyebab Masih Diselidiki
Dugaan awal mengarah pada menu makanan yang disajikan dalam program MBG, salah satunya disebut berupa spageti. Namun, pemerintah menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pihak berwenang meminta masyarakat tidak berspekulasi hingga hasil resmi keluar. Investigasi juga dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan dalam program tersebut.

Pemerintah Tanggung Biaya Perawatan
Dalam penanganan kasus ini, pemerintah memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung. Siswa yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan akan dicover sepenuhnya, sementara yang belum terdaftar akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan terus memantau kondisi para siswa serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
Jadi Sorotan Program Nasional
Kasus ini kembali menyoroti pelaksanaan program MBG yang sebelumnya juga pernah mengalami insiden serupa di berbagai daerah. Pemerintah diharapkan memperketat pengawasan, terutama terkait kebersihan dan keamanan makanan, agar kejadian serupa tidak terulang.
Leave a comment