Pemuja.com – Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kiev, serta sejumlah kota lainnya pada Selasa (2/6/2026). Serangan yang melibatkan ratusan drone dan puluhan rudal itu menyebabkan kerusakan luas pada kawasan permukiman, gedung komersial, hingga fasilitas publik.
Salah satu dampak terparah terjadi ketika sebuah rudal menghantam gedung apartemen 24 lantai di Kiev. Sebagian bangunan dilaporkan runtuh dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran untuk mencari warga yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.
Korban Jiwa dan Luka Terus Bertambah
Otoritas Ukraina melaporkan sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Korban tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kiev dan Kota Dnipro yang menjadi sasaran utama serangan Rusia.
Di Dnipro, sejumlah bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan berat. Salah satu korban tewas diketahui merupakan petugas pemadam kebakaran yang sedang menjalankan tugas penyelamatan saat serangan terjadi.

Wali Kota Sebut Serangan Sangat Masif
Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko, menggambarkan serangan tersebut sebagai salah satu gelombang serangan terbesar yang menghantam ibu kota dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga : Zelensky Ancam Balas Serangan Rusia saat Victory Day
Selain menghancurkan apartemen 24 lantai, rudal dan drone Rusia juga merusak bangunan tempat tinggal lainnya, memicu kebakaran kendaraan, serta menghantam sejumlah fasilitas sipil. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di Distrik Podil setelah beberapa proyektil menghantam area tersebut.
Rusia Luncurkan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal
Menurut militer Ukraina, Rusia menembakkan sekitar 656 drone dan 73 rudal dalam serangan yang berlangsung sejak dini hari. Sasaran serangan meliputi Kiev, Dnipro, Kharkiv, Zaporizhzhia, dan Poltava.
Di antara senjata yang digunakan terdapat rudal hipersonik Zircon. Otoritas Ukraina mengakui sistem pertahanan udara mereka kesulitan menghadapi sebagian rudal tersebut, sehingga sejumlah proyektil berhasil mencapai target.

Ketegangan Konflik Rusia-Ukraina Memanas
Serangan terbaru ini menandai meningkatnya intensitas perang antara Rusia dan Ukraina. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, kembali mendesak negara-negara Barat untuk memperkuat bantuan pertahanan udara guna melindungi kota-kota Ukraina dari serangan rudal dan drone Rusia.
Gelombang serangan tersebut juga memperlihatkan bahwa konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun masih jauh dari penyelesaian. Warga di berbagai kota Ukraina kembali menghadapi ancaman serangan udara yang menyasar kawasan sipil dan infrastruktur penting.
Leave a comment