Pemuja.com – Sebuah jembatan gantung yang masih dalam tahap pembangunan di wilayah Gunungputri, Kabupaten Bogor, ambruk pada Minggu (21/6/2026) malam.
Insiden ini menambah persoalan aksesibilitas warga setempat yang sebelumnya sudah terdampak oleh penutupan jembatan utama penghubung Kecamatan Gunungputri dan Klapanunggal.
Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi pada Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa jembatan yang ambruk merupakan jembatan pejalan kaki sementara yang sengaja dibangun oleh Dinas PUPR Kabupaten Bogor sebagai akses pengganti selama jembatan utama menjalani proses rekonstruksi total.
“Jembatan yang longsor tersebut adalah jembatan pejalan kaki yang baru dibuat dan belum digunakan, belum selesai pembangunan,” tegas Andi.

Hujan Deras dan Tergerus Sungai, Tak Ada Korban Jiwa
Menurut Andi, penyebab ambruknya jembatan gantung darurat itu diduga akibat kombinasi antara hujan deras dengan intensitas tinggi dan tergerusnya tebing penyangganya oleh arus sungai yang meluap di bawahnya. “Penyebabnya karena hujan besar semalam, terjadi longsor dan tergerus sungai juga,” jelas Andi
Baca juga : HUT ke-499 Jakarta, Naik Transportasi Umum Cuma Rp1 Hari Ini.
Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka karena jembatan memang belum difungsikan sama sekali untuk masyarakat umum.
Hingga kini, BPBD menyatakan belum ada permintaan bantuan resmi dari pihak PUPR Kabupaten Bogor terkait penanganan jembatan yang longsor tersebut.
Jembatan Wika Masih Dalam Rekonstruksi 6 Bulan
Kejadian ini tidak terlepas dari situasi sebelumnya: jembatan utama yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Wika.
Jembatan tersebut sedang menjalani rekonstruksi total sejak 23 Mei 2026 hingga diperkirakan rampung pada 29 Desember 2026.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Kabupaten Bogor, Ujang Supardi, sebelumnya menyatakan bahwa kondisi Jembatan Wika memang sudah tidak layak dan memerlukan rekonstruksi menyeluruh.
Jembatan yang pertama kali dibangun sekitar tahun 1990-an itu dinilai sudah mengalami penurunan kualitas beton secara signifikan.
Selama periode rekonstruksi berlangsung, skema pengalihan lalu lintas telah ditetapkan: kendaraan kecil diarahkan melalui jalur Walahir–Nambo–Gunungputri, sementara kendaraan sedang dan besar dialihkan melalui jalur Cileungsi–Cibubur.
Adapun pejalan kaki dialokasikan untuk menggunakan jembatan gantung darurat yang kini justru terdampak longsor sebelum sempat beroperasi.

Dampak dan Langkah Selanjutnya
Ambruknya jembatan gantung darurat ini semakin mempersulit mobilitas warga pejalan kaki di kawasan tersebut.
Pihak BPBD menyatakan koordinasi dengan instansi terkait masih terus berjalan, namun belum ada kepastian kapan jembatan pengganti dapat dibangun kembali.
Warga yang ingin menyeberang kini harus mengambil jalur alternatif yang jauh lebih panjang memutar melalui Jalan Raya Nambo, menambah beban mobilitas terutama bagi pekerja harian dan pelajar di kawasan Gunungputri-Klapanunggal.
Baca Artikel Lainnya
- Kasus Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidangkan di PN JakTim
- Suap Demo Istana: Lima Pengurus BEM UBK Terancam Nilai E
- Belum Jadi, Jembatan Gantung Darurat Gunungputri Longsor
- Prediksi Piala Dunia 2026 Rabu 24 Juni: Pertandingan Inggris dan Portugal Dinanti
- Prediksi 4 Laga Piala Dunia 23 Juni 2026, Argentina dan Perancis Paling Dinanti
Leave a comment