Home Berita Seruan Blacklist Lulusan SMAN 1 Cimarga Membara di Medsos
BeritaNasional

Seruan Blacklist Lulusan SMAN 1 Cimarga Membara di Medsos

Share
SMAN 1 Cimarga Ramai yang ingin Blacklist
Share

Pemuja.com – Aksi mogok sekolah yang dilakukan ratusan siswa SMAN 1 Cimarga sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang ditampar karena merokok, kini berbuntut pada ancaman “Blacklist” para HRD.

Media sosial, yang awalnya menjadi panggung simpati, berubah menjadi arena penghakiman massal. Tagar-tagar seperti #BlacklistCimarga dan #HRDwaspada menggema, memunculkan kekhawatiran baru: apakah satu angkatan akan dikorbankan karena satu insiden?

Ketika Netizen Ramaikan Seruan “Blacklist”

Video aksi mogok yang diunggah oleh salah satu siswa menyebar cepat di TikTok dan Instagram. Dalam hitungan jam, kolom komentar dipenuhi opini tajam.

Banyak warganet menyayangkan aksi mogok yang dianggap membela perilaku melanggar aturan. “Kalau saya jadi HRD, saya coret satu angkatan itu dari daftar rekrutmen,” tulis seorang pengguna Instagram yang mengaku bekerja di bidang SDM.

Unggahan dari akun-akun populer seperti @mood.jakarta dan @hrdwatch.id memperkuat narasi bahwa lulusan SMAN 1 Cimarga tidak layak direkrut karena dianggap tidak disiplin dan tidak menghormati otoritas.

Jejak Digital Buruk, HRD Langsung Blacklist?

Fenomena ini menyoroti betapa krusialnya jejak digital dalam era rekrutmen modern. Banyak HRD kini melakukan penelusuran media sosial sebagai bagian dari proses seleksi.

Isu ini memunculkan pertanyaan etis: apakah adil menilai seluruh lulusan berdasarkan satu insiden kolektif yang viral?

Menurut pengamat ketenagakerjaan, tindakan blacklist massal tanpa verifikasi individu bisa melanggar prinsip keadilan dan nondiskriminasi.

“Kalau ini dibiarkan, kita sedang menciptakan preseden berbahaya: bahwa viralitas bisa menentukan nasib seseorang lebih dari kompetensi,” ujarnya.

Reaksi Balik: Seruan untuk Bijak dan Adil

Di tengah derasnya arus kecaman, muncul pula suara-suara yang menyerukan empati dan kehati-hatian. Beberapa alumni dan guru meminta publik untuk tidak menggeneralisasi.

“Banyak siswa kami yang berprestasi dan tidak terlibat langsung. Jangan hukum mereka karena satu video,” kata salah satu guru SMAN 1 Cimarga.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

IHSG Anjlok Lagi ke Level 4.900-an, Efek MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks saham Indonesia itu merosot ke level 4.900-an...

Refleksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi dan Bencana Jadi Ujian

Pemuja.com – Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalankan pemerintahan. Namun, waktu tersebut juga belum tentu cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan bangsa....

Related Articles

Como Menggila! Bantai Lens 9-1 di Liga Champions

Pemuja.com – Luar biasa! Como 1907 semakin mengguncang sepak bola Eropa. Setelah...

SBY Resah Politik Indonesia Makin Liar, Singgung Konflik Elite

Pemuja.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan keresahannya...

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah Jadi Senat Muslim Pertama AS

Pemuja.com – Sejarah baru tercipta dalam politik Amerika Serikat. Abdul El-Sayed berhasil...

Jokowi Tunjukkan Ijazah S1 UGM di Sidang Roy Suryo

Pemuja.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah asli miliknya...