Home Berita Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran dalam 48 Jam
BeritaInternasionalNasional

Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran dalam 48 Jam

Share
Jet F-35 AS
Share

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran. Ia mengancam akan menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik Iran dalam waktu 48 jam jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Ancaman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Trump menuntut Iran segera membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia yang saat ini terganggu akibat konflik.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Amerika Serikat akan “menghancurkan” infrastruktur energi Iran. Ia bahkan menegaskan serangan akan dimulai dari fasilitas terbesar jika Iran tidak mematuhi ultimatum tersebut.

Eskalasi Ketegangan di Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Penutupan atau gangguan di wilayah ini langsung berdampak pada ekonomi dunia.

Ultimatum Trump muncul setelah Iran membatasi atau menutup akses pelayaran di kawasan tersebut. Kondisi ini memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran akan krisis energi global.

Langkah Washington ini dinilai sebagai eskalasi besar dalam konflik yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Trump sempat memberi sinyal ingin mengurangi operasi militer, namun situasi di lapangan justru semakin memanas.

Respons Iran: Ancaman Balasan

Pemerintah Iran merespons ancaman tersebut dengan keras. Pasukan Garda Revolusi Iran menyatakan akan mengambil tindakan balasan jika Amerika benar-benar menyerang fasilitas energi mereka.

Baca Juga : Iran Disebut Buka Selat Hormuz, Kecuali Untuk Kapal AS-Israel?

Iran bahkan mengancam akan menutup Selat Hormuz sepenuhnya. Selain itu, mereka juga menyebut infrastruktur energi milik AS dan sekutunya di kawasan sebagai target sah.

Pernyataan ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Banyak pihak menilai situasi dapat berkembang menjadi perang regional jika tidak segera diredakan.

Risiko Konflik Global

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kini berada pada titik kritis. Ancaman terhadap infrastruktur energi dinilai berisiko tinggi karena dapat berdampak langsung pada masyarakat sipil dan ekonomi global.

Selain itu, serangan terhadap fasilitas vital seperti pembangkit listrik juga berpotensi melanggar hukum humaniter internasional jika menimbulkan dampak besar bagi warga sipil.

Sejumlah negara dan organisasi internasional mulai menyerukan deeskalasi. Mereka mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik guna mencegah perang yang lebih luas.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Penjualan Honda Nyungsep, Sejumlah Dealer Mulai Tumbang

Pemuja.com – Penjualan mobil Honda di Indonesia tengah mengalami penurunan signifikan, bahkan disebut-sebut separah masa pandemi. Kondisi ini menjadi sinyal serius bagi pabrikan...

Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Terima Penghargaan Dari PBB

Pemuja.com – Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian dunia dilaporkan gugur saat menjalankan tugas di Lebanon. Mereka merupakan...

Related Articles

Harga BBM Non Subsidi Resmi Naik, Ini Daftarnya

Pemuja.com – PT Pertamina resmi menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM)...

Bahlil Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi, Kapan?

Pemuja.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan...

Menatap Semifinal Liga Champions 2026, 4 Tim Siap Tempur

Pemuja.com – Empat tim memastikan langkah ke semifinal Liga Champions 2025/2026. Tanpa...

Empat Besar Liga Champions Terbentuk, Siapa Saja Yang Lolos?

Pemuja.com – Babak gugur selalu menyajikan cerita berbeda. Tekanan tinggi, tempo cepat,...