Pemuja.com – Sebuah pesawat militer milik Angkatan Udara Kolombia dilaporkan jatuh sesaat setelah lepas landas pada Senin, 23 Maret 2026 waktu setempat.
Insiden tragis ini terjadi di wilayah selatan Kolombia, tepatnya dekat Puerto Leguízamo, Provinsi Putumayo, yang berbatasan dengan Peru.
Kronologi Kejadian Jatuhnya Pesawat Militer Kolombia
Pesawat jenis Lockheed C-130 Hercules tersebut lepas landas dari Bandara Caucayá, Puerto Leguízamo, dengan tujuan Puerto Asís. Namun, tak lama setelah mengudara, pesawat mengalami masalah saat fase awal pendakian (climb-out) sebelum akhirnya jatuh di kawasan hutan lebat dan terbakar.
Rekaman dari lokasi menunjukkan kepulan asap hitam pekat dari area jatuhnya pesawat, sementara tim militer dan warga berupaya melakukan evakuasi darurat.
Jumlah Penumpang dan Korban Pesawat Kolombia
Pesawat tersebut membawa total 125 orang, terdiri dari:
- 114 personel militer
- 11 awak pesawat
Data korban masih terus diperbarui, namun laporan sementara menyebut:
- Sedikitnya 34 orang tewas
- Lebih dari 80 orang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit
- Sejumlah lainnya sempat dilaporkan hilang atau belum teridentifikasi
Sumber lain bahkan menyebut angka korban tewas dikhawatirkan mencapai sekitar 80 orang, meski belum ada konfirmasi resmi final dari pemerintah.

Respons Pemerintah Kolombia
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyebut insiden ini sebagai tragedi besar yang “seharusnya tidak terjadi”. Ia juga menyinggung perlunya modernisasi armada militer yang dinilai terhambat oleh birokrasi.
Menteri Pertahanan Pedro Sánchez memastikan bahwa pesawat dalam kondisi laik terbang dan menegaskan tidak ada indikasi serangan dari kelompok bersenjata.
Proses Evakuasi Korban
Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Militer Kolombia bahkan mengirim beberapa pesawat tambahan untuk mengevakuasi korban luka ke ibu kota Bogotá. Namun, fasilitas medis di wilayah sekitar sempat kewalahan menghadapi jumlah korban yang besar.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap investigasi. Dugaan awal belum dapat memastikan apakah faktor teknis, kesalahan manusia, atau kondisi lingkungan menjadi pemicu utama.
Leave a comment