Home Berita Deretan Kontroversi Pemangku Jabatan di Tengah Gelombang Bencana
BeritaNasional

Deretan Kontroversi Pemangku Jabatan di Tengah Gelombang Bencana

Share
Kontroversi Menteri
Kontroversi Menteri
Share

Pemuja.com – Duka masih menyelubungi pulau Sumatera, banjir bandang dan longsor besar yang menghantam saat ini memicu kemarahan publik.

Banyak warga menilai kerusakan hutan menjadi faktor yang memperparah bencana ini. Situasi tersebut membuat sejumlah video lama para pejabat kembali viral.

Publik melihat rekaman itu sebagai gambaran lemahnya pengelolaan hutan selama bertahun-tahun.

Video Zulkifli Hasan dan Harrison Ford Mencuat Lagi

Salah satu video yang ramai beredar memperlihatkan Zulkifli Hasan dan Harrison Ford dalam dokumenter lingkungan. Ford mengkritik keras penebangan hutan di Indonesia terutama di Tesso Nilo. Ia menyoroti hilangnya pepohonan besar dan rusaknya habitat satwa. Reaksinya tegas dan penuh emosi.

Cuplikan itu memicu perdebatan karena respons Zulkifli Hasan terlihat tidak sesuai. Dalam beberapa bagian, ia tampak tersenyum ketika Ford menyinggung deforestasi besar-besaran.

Warganet menilai gestur itu kurang peka. Banyak yang menyebut peringatan Ford kini terbukti. Area yang dulu dibahas kini berubah menjadi titik banjir dan longsor.

Kini, Zulkifli Hasan justru muncul dalam video baru yang memperlihatkan dirinya memanggul karung beras dan membagikannya kepada warga. Gaya itu terkesan sebagai pencitraan mengikuti kisah Khalifah Umar.

Namun banyak netizen menilai konteksnya berbeda. Mereka menyebut aksi itu tidak dapat menghapus rekam jejak pengelolaan hutan di masa lalu.

Pernyataan Bahlil Jadi Sorotan Publik

Potongan pidato Bahlil Lahadalia saat menjabat sebagai Menteri ESDM RI juga kembali muncul. , ia menegaskan bahwa negara-negara maju pada era 1940–1960 juga melakukan hal yang sama.

“Jadi mereka ambil sumber daya alamnya, hutannya dibabat, tambangnya diambil dan mungkin lingkungan mereka saat itu tidak lebih baik dari yang kita lakukan sekarang. Pertanyaan saya adalah, siapa yang memprotes mereka saat itu.”

“Sekarang negara kita, negara berkembang yang punya sumber daya alam, baru mulai berpikir untuk mendapatkan nilai tambah untuk kemudian mensejahterakan rakyatnya, untuk bisa berkembang, kok ada yang merasa terganggu, ada apa dibalik itu?” tanya Bahlil.

Klip tersebut kembali viral setelah banjir dan longsor terjadi di beberapa daerah. Banyak netizen merasa pernyataan itu luput melihat konteks saat ini, ketika pembukaan hutan tidak hanya dihitung secara ekonomi, tetapi juga berpengaruh langsung pada keselamatan warga di daerah rawan bencana.

Skandal Raja Juli Memperburuk Kepercayaan

Kontroversi lain muncul dari foto Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang beredar di media sosial. Ia terlihat bermain domino bersama Azis Wellang.

Sosok itu pernah menjadi tersangka pembalakan liar. Kedekatan tersebut menimbulkan kecurigaan kuat. Banyak yang menilai pejabat yang seharusnya melindungi hutan justru terlihat akrab dengan pelaku perusakan hutan.

Kasus ini membuat kepercayaan publik semakin turun. Foto tersebut dianggap menambah bukti bahwa pengawasan hutan lemah.

Warganet menyebut bahwa tiga rekaman viral ini menunjukkan pola yang sama. Mereka melihat hutan tidak pernah diperlakukan sebagai aset yang harus dijaga.

Publik Mendesak Perubahan Kebijakan

Rekaman video dan foto ini kini menjadi simbol kekecewaan besar. Publik merasa peringatan sudah muncul sejak lama, tetapi tidak pernah dijadikan dasar kebijakan.

Bencana Sumatera memperlihatkan dampak langsung dari kerusakan hutan. Masyarakat menuntut langkah tegas, bukan sekadar pernyataan politik.

Semoga para pemangku kebijakan dapat lebih bijak. Setiap tanda tangan di atas izin hutan membawa konsekuensi besar.

Bagi warga Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, keputusan itu telah berubah menjadi ratusan nyawa yang melayang dan ratusan lainnya hilang akibat bencana ini.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

KTT Board of Peace di Amerika: Trump Dan Prabowo Makin Dekat

Pemuja.com – Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) digelar di Donald J. Trump United States Institute of Peace, Washington DC, pada...

Kenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini, Edukasi dari Eka Hospital

Pemuja.com – Serangan jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang drastis...

Related Articles

Prabowo: Indonesia Pasti Mampu Keluar dari Krisis

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu melewati berbagai...

Iran Tolak Negosiasi AS-Israel, Teheran Ingin Beri “Pelajaran”

Pemuja.com – Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membuka negosiasi dengan Amerika Serikat...

AHY : Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang

Pemuja.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono...

PN Jaksel Tolak Praperadilan Yaqut, Status Tersangka Berlaku

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan...