Home Berita Gibran, Sang Wakil Presiden Menghilang di Tengah Kekacauan?
BeritaNasionalOpini

Gibran, Sang Wakil Presiden Menghilang di Tengah Kekacauan?

Share
Gibran Menghilang
Gibran Sempat Dikabarkan Menghilang
Share

Pemuja.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali jadi bahan perbincangan publik. Sejak gelombang demo besar pada akhir Agustus 2025, namanya sempat dikaitkan dengan isu “menghilang”. Warganet ramai menuding Gibran tidak terlihat di ruang publik saat situasi memanas.

Beredar pula kabar bahwa Gibran justru sedang bermain padel di tengah panasnya situasi demo. Namun isu ini kemudian dibantah timnya. Staf Khusus Wapres menyebut Gibran saat itu berada di kantor Wakil Presiden. Sehari setelah demo, ia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara untuk menghadiri Musyawarah Pelayanan GBKP.

Meski klarifikasi sudah disampaikan, kritik tetap bermunculan. Banyak masyarakat menilai seharusnya seorang wakil presiden muncul untuk menenangkan rakyat, bukan justru absen di saat genting. Nada sinis pun mengisi media sosial. Ada yang menulis, “Wapres hanya hadir ketika aman, tetapi hilang saat rakyat butuh kepemimpinan.”

Polemik Driver Ojol Gadungan

Gibran juga mengundang perwakilan pengemudi ojol ke Istana Wapres untuk berdialog pada pada Minggu (31/8/2025). Muncul polemik baru, pertemuan dengan para pengemudi ojol tersebut tidak sepenuhnya melibatkan driver asli. Ada yang menyebut pertemuan tersebut tidak mewakili jutaan driver di Indonesia.

Hal ini memicu kritik tajam di media sosial. Banyak yang mempertanyakan keaslian acara itu. “Kalau benar ada driver gadungan, ini pelecehan terhadap perjuangan ojol di jalan,” tulis seorang netizen.

Beberapa narasi yang beredar mengatakan : driver ojol koq bisa memakai sepatu berharga jutaan rupiah, ada driver ojol yang mirip anggota partai pendukung bahkan ada yang mirip intel kepolisian. Kritik lain menyebut acara itu hanya panggung untuk pencitraan, bukan forum aspirasi sesungguhnya.

Namun, perusahaan ojol Grab, Gojek, Maxim, dan InDrive sudah memastikan orang-orang yang bertemu Gibran adalah mitra pengemudi mereka.

Gibran Kunjungi Korban Kerusuhan

Dua hari setelah demo, Gibran mengunjungi korban kerusuhan di Jakarta. Ia menyambangi rumah sakit tempat beberapa korban dirawat. Dalam kesempatan itu, Gibran berbincang dengan keluarga korban dan menyampaikan rasa prihatin.

Kunjungannya sempat mendapat sambutan positif karena dianggap menunjukkan kepedulian. Namun sebagian masyarakat tetap kritis.

Mereka menilai kunjungan setelah kerusuhan tidak cukup kuat. Banyak yang berharap kehadirannya di lapangan saat kericuhan berlangsung, bukan baru setelah situasi mereda.

Gibran Blusukan di Stasiun Gondangdia

Pada 2 September 2025, Gibran muncul di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Ia menyapa warga dan pengemudi ojek online (ojol). Ia juga membagikan sembako berupa beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lain.

Warga tampak antusias. Mereka berbaris untuk menerima bantuan. Hanya dalam waktu sekitar 30 menit, truk sembako yang dibawa pun habis terbagi. Banyak penerima merasa terbantu. Seorang penjual kopi keliling bahkan mengaku bersyukur karena bisa membawa pulang kebutuhan dapur untuk keluarganya.

Namun kritik tak berhenti. Karena hal ini yang dilakukan Jokowi dan Bobby Nasution dalam meredam gejolak. Sebagian masyarakat menilai aksi ini sekadar pencitraan. Mereka menilai masalah utama tetap belum terjawab. Harga kebutuhan pokok yang tinggi dan kondisi kerja yang tidak menentu masih menjadi keluhan utama.

Publik Masih Menunggu Kinerja Nyata

Rangkaian peristiwa ini membuat publik terus menyoroti kinerja Wapres Gibran. Dari isu “menghilang” saat demo hingga polemik ojol gadungan, langkahnya dinilai belum menjawab persoalan besar. Kehadiran di lapangan memang positif, namun publik menuntut lebih dari sekadar blusukan dan bagi sembako.

Kini, masyarakat menunggu jawaban nyata. Apakah Gibran akan melanjutkan dengan kebijakan konkret yang berpihak pada rakyat? Ataukah aktivitasnya sebatas simbol kedekatan yang cepat dilupakan? Pertanyaan inilah yang masih menggantung di ruang publik.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

MBG Disorot, Antara Gizi dan Beban Anggaran

Pemuja.com – Kejanggalan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bermunculan dari daftar pengadaannya. Di saat fokus utama seharusnya pada pemenuhan kebutuhan pangan,...

UU PPRT Resmi Disahkan: Ini Poin-Poin Penting Pentingnya

Pemuja.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna di...

Related Articles

Tragedi Bus ALS Vs Truk Tangki di Sumsel, 16 Orang Tewas

Pemuja.com – Kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk...

Daftar Homeless Media Yang Digandeng Bakom RI

Pemuja.com – Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI resmi menggandeng sejumlah...

Zelensky Ancam Balas Serangan Rusia saat Victory Day

Pemuja.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan negaranya siap membalas setiap serangan...

Bakom RI Gandeng Homeless Media, Banyak yang Menolak

Pemuja.com – Pemerintah melalui Bakom RI menggandeng “homeless media” atau media digital...